Ferrari Elettrica, Mobil Listrik Pertama dari Maranello dengan Tenaga 1.128 PS
Maranello, Dapurpacu.com – Setelah penantian panjang, Ferrari akhirnya memperkenalkan mobil listrik perdananya yang diberi nama Elettrica. Meski belum tampil sepenuhnya, debut awal ini menandai langkah besar pabrikan asal Maranello menuju era elektrifikasi penuh yang selama ini hanya jadi rumor di kalangan penggemar otomotif.
Ferrari berencana meluncurkan Elettrica secara utuh pada paruh kedua tahun 2026. Nama “Elettrica” sendiri diambil dari kata electric dalam bahasa Italia, yang menggambarkan semangat baru Ferrari dalam menghadirkan performa tinggi di era tanpa bahan bakar fosil.
Dari Formula 1 ke Era Listrik
Ferrari bukan pemain baru di dunia elektrifikasi. Perjalanan panjang mereka dimulai pada tahun 2009 lewat proyek 599 HY-KERS, teknologi hybrid yang diadaptasi dari Formula 1. Setelah itu, muncul beberapa model penting seperti LaFerrari, SF90 Stradale, 296 GTB, F80, dan 849 Testarossa. Semua model tersebut menjadi pijakan menuju kelahiran Ferrari Elettrica yang sepenuhnya bertenaga listrik.
Yang menarik, Ferrari menegaskan bahwa Elettrica bukan sekadar cara agar terlihat mengikuti tren. Hampir seluruh komponennya diproduksi langsung di kompleks Maranello, demi menjaga karakter khas Ferrari yang selalu identik dengan performa, presisi, dan kemewahan.
Empat Motor Listrik dengan Tenaga Dahsyat

Ferrari Elettrica menggunakan empat motor listrik yang dibagi menjadi dua sistem penggerak atau e-axle, masing-masing menampung dua motor. Menariknya, Ferrari tidak menyebutnya sekadar motor listrik, tetapi electric engines, menegaskan bahwa fokus mereka tetap pada performa ekstrem.
Dua motor di bagian depan berputar hingga 30.000 rpm dan menghasilkan 143 PS serta torsi 140 Nm per motor. Jika dikombinasikan, keduanya mampu menyemburkan tenaga 286 PS dengan torsi efektif 3.500 Nm di roda depan. Unit e-axle depan ini berbobot hanya 65 kg dan dilengkapi inverter bertenaga 300 kW dengan efisiensi 93 persen.
Di bagian belakang, performanya jauh lebih buas. Masing-masing motor menyemburkan 421 PS dan torsi 355 Nm, sehingga total tenaga di sumbu belakang mencapai 843 PS dengan torsi di roda sekitar 8.000 Nm. Bobot e-axle belakang mencapai 129 kg, namun inverter-nya lebih kuat dengan tenaga di atas 600 kW. Jika keempat motor bekerja bersamaan, total tenaga mencapai 1.128 PS dengan torsi efektif 11.500 Nm.
Tanpa Transmisi, Performa Tetap Brutal
Ferrari memilih pendekatan efisien dengan sistem satu gigi reduksi tanpa transmisi multi-speed seperti mobil listrik performa lainnya. Desain ini membuat tenaga tersalur langsung dari motor ke roda tanpa jeda perpindahan gigi.
Hasilnya sangat mengesankan. Ferrari mengklaim akselerasi 0–100 km/jam hanya 2,5 detik, dengan kecepatan puncak mencapai 310 km/jam. Semua itu tercapai tanpa suara raungan mesin, tapi tetap menghadirkan sensasi yang membuat adrenalin meningkat.
Identitas Ferrari Tetap Terjaga
Ferrari menegaskan bahwa Elettrica bukan sekadar mobil listrik yang diberi logo kuda jingkrak. Mobil ini adalah visi baru performa tinggi di era modern, di mana keheningan digantikan oleh hentakan torsi instan.
Setiap komponen, dari desain hingga teknologi penggerak, dirancang agar tetap mempertahankan karakter Ferrari yang legendaris. Dengan Elettrica, Maranello ingin menunjukkan bahwa performa sejati tidak selalu bergantung pada suara mesin, tapi pada kecepatan dan emosi di balik kemudinya. (dp/ay)
