Alasan Harga Mobil di Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia & Thailand

Dapurpacu.com – Kalau ngomongin harga mobil di Asia Tenggara, Indonesia sering jadi sorotan karena banderolnya yang paling tinggi. Perbedaan harga ini bahkan bisa nyampe 20 sampai 40 persen lebih mahal dibanding Malaysia maupun Thailand. Pertanyaannya, kenapa bisa begitu?

Pajak Jadi Biang Kerok

Data dari Gaikindo ngasih gambaran jelas. Pajak mobil di Indonesia bisa tembus sekitar 40 persen dari harga jual. Bandingin sama Thailand yang cuma sekitar 32 persen. Bedanya lumayan bikin kantong terasa berat.

Lanjut lagi ke Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Di Indonesia, PPN sekarang 11 persen, sementara di Thailand hanya 7 persen. Belum lagi ada Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang di sini bisa sampai 12,5 persen—sedangkan di Thailand, pajak ini malah nggak ada.

Pajak Daerah Ikut Menyumbang Beban

Selain pajak pusat, beban dari daerah juga nggak kalah nyusahin. Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dari ITB, bilang kalau pemerintah daerah terlalu bergantung sama Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) buat nutup pendapatan asli daerah. Akibatnya, struktur biaya kepemilikan mobil di Indonesia jadi makin tinggi.

“Ketergantungan pemerintah pusat maupun daerah pada PKB untuk biayai infrastruktur dan layanan publik justru memperburuk beban pajak,” kata Yannes. Dia juga nyorotin kalau Indonesia nggak punya subsidi langsung ataupun kebijakan harmonisasi pajak regional kayak di negara ASEAN lain.

Dampaknya Buat Industri Otomotif

Masalah pajak ini bikin harga mobil di Indonesia bukan cuma mahal, tapi juga memperlebar kesenjangan antarwilayah. Nggak semua daerah punya kebijakan pajak yang sama, bahkan ada yang nambahin tarif tambahan atau retribusi lain. Hasilnya, konsumen harus nanggung harga lebih tinggi di akhir rantai distribusi.

Menurut Yannes, kondisi ini jelas bikin industri otomotif nasional kalah saing. “Kalau struktur pajak kita nggak segera dibenahi, harga mobil domestik bakal susah turun dan daya saing industri otomotif Indonesia akan terus lemah,” tegasnya.

Perlu Reformasi Kebijakan Pajak

Solusi yang ditawarkan adalah reformasi kebijakan fiskal. Harmonisasi pajak antara pusat dan daerah dianggap penting biar harga mobil bisa lebih masuk akal. Selain itu, daya beli masyarakat juga bisa ikut naik kalau beban pajak kendaraan lebih ringan.

Intinya, kalau pengen harga mobil di Indonesia nggak terlalu mencekik, harus ada langkah nyata dari pemerintah buat bikin kebijakan fiskal yang lebih adil dan bersahabat bagi konsumen maupun pelaku industri.