Industri Otomotif Asia Tenggara Terkoreksi, Indonesia Bukan Satu-Satunya

DAPURPACU.COM – Ketua Gaikindo, Yohannes Nangoi, menyampaikan bahwa pelemahan industri otomotif tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam juga mengalami hal serupa. “Thailand yang selama ini memimpin produksi kendaraan di Asia Tenggara justru mengalami penurunan yang lebih parah dibanding Indonesia,” jelas Nangoi saat ditemui di Jakarta.

Menurutnya, Vietnam juga belum menunjukkan kinerja pasar yang kuat. Satu-satunya negara yang mencatatkan sedikit pertumbuhan hanya Malaysia, dengan kenaikan sekitar satu persen.

Gejolak Global Pengaruhi Industri

Nangoi menyebut banyak faktor eksternal yang ikut menekan industri otomotif. Ia menyoroti dinamika geopolitik seperti ketegangan antara Pakistan dan India, serta konflik yang melibatkan Israel, Hamas, dan Iran.

“Pernyataan dari tokoh global seperti Donald Trump juga ikut menciptakan ketidakpastian. Situasi makin kompleks karena negara-negara besar terlibat dalam blok yang berseberangan. G7 condong mendukung Israel, sementara China dan Rusia cenderung berpihak pada Iran,” papar Nangoi.

Ia berharap situasi ini tidak berkembang menjadi konflik berskala besar. Menurutnya, jika perang dunia benar-benar terjadi, maka perekonomian global akan lumpuh total.

Dampak Langsung ke Daya Beli dan Penjualan

Kondisi ekonomi global yang tidak stabil menggerus daya beli masyarakat. Situasi ini berdampak langsung pada penurunan penjualan kendaraan.

Data Gaikindo menunjukkan, penjualan secara wholesales (dari pabrikan ke diler) pada Mei 2025 hanya mencapai 60.613 unit. Jumlah ini turun 15,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan 71.391 unit.

Penjualan retail (dari diler ke konsumen) juga melemah. Hanya 61.339 unit yang berhasil disalurkan, dengan penurunan yang sama yakni 15,1 persen secara tahunan.

GIIAS 2025 Diharapkan Mendorong Pemulihan

Untuk membangkitkan industri, Gaikindo menyiapkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Pameran otomotif tahunan ini akan digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus di ICE BSD, Tangerang.

Baca Juga:  Industri Otomotif Nasional Dihantui Lesunya Daya Beli dan Ketegangan Global

Nangoi menyatakan bahwa meskipun situasi pasar belum pulih, antusiasme peserta tetap tinggi. “Tahun ini, ada lebih dari 60 peserta. Sekitar 43 merek mobil, 4 karoseri besar, dan 16 merek sepeda motor ikut ambil bagian. Ini menjadikan GIIAS sebagai pameran terbesar dan terlengkap di luar China,” ungkapnya.

Gaikindo berharap GIIAS mampu menarik minat konsumen serta membuka peluang baru bagi pelaku industri otomotif di tengah tekanan global.