Toyota bZ4X DiPercaya Menjadi Kendaraan Dinas

DAPURPACU.COM – Toyota bZ4X sudah beberapa kali dipercaya menjadi kendaraan dinas bagi delasi dalam gelaran KTT di Indonesia. Mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) andalan PT Toyota Astra Motor (TAM) ini memang menawarkan sesuatu yang segar di tengah pasar mobil listrik yang terhitung belum banyak pemainnya.

Salah satu yang jadi andalan adalah desainnya. Tergolong modern dengan estetika tingkat atas yang jauh dari kata membosankan. Selain itu, bZ4X juga dibekali paket teknologi canggih yang mendukung proses berkendara. Seperti apa pengalaman menggunakan mobil listrik Toyota bZ4X sehari-hari?

Beyond Zero

Sebelum membahas lebih jauh, sedikit membahas arti nama dari bZ4x, nomenklatur bZ merupakan singkatan dari “beyond zero”. Merujuk pada strategi masa depan Toyota untuk menghadirkan beragam produk ramah lingkungan, terutama kendaraan murni listrik di berbagai pasar global. Penamaan ini juga sebagai jawaban Toyota untuk mobilitas ramah lingkungan lewat produk serta layanan yang tertuju pada kenikmatan berkendara, keamanan selama berkendara dan membangun lingkungan yang lebih baik di seluruh dunia.

Produk bZ4X sendiri adalah produk yang dibuat dengan pendekatan human centered design, didesain untuk menjembatani perubahan ke BEV lewat desain, performa dan kepemilikan kendaraan murni listrik hingga melebihi ekspektasi konsumen.

Kehadiran bZ4X juga menjadi pencapaian tersendiri bagi Toyota yang telah memperkenalkan strategi dalam mencapai net zero emission semenjak 20 tahun lalu dengan memperkenalkan Prius, model pertama hybrid Toyota. Sampai saat ini Toyota telah menjual lebih dari 17 juta kendaraan berteknologi elektrifikasi, menghemat 140 juta ton produksi CO2. Toyota juga terus menawarkan pendekatan multipathway lewat produk HEV, PHEV, FCEV dan BEV di seluruh dunia.

Eksterior

Desain eksterior menjadi salah satu keunggulan dari bZ4X. Ya, desain eksterior mobil listrik Toyota ini sangat mencuri perhatian. Berbeda dengan beberapa kompetitor mobil Listrik lainnya yang menggunakan desain agak nyeleneh, desain bZ4X cenderung terlihat lebih familiar. Sepintas, tak kentara kalau ini adalah mobil listrik. Penampakan bZ4X seperti SUV crossover pada umumnya. Namun kalau diperhatikan lebih detail, tentu tampak jelas bedanya. Seperti area muka yang absen gril sebagai ventilasi. Lubang udara hanya hadir di bagian bumper bawah untuk pendinginan rem cakram serta sistem pendingin baterai yang menggunakan cairan.

Desain bagian depan bZ4X tampak meruncing. Pabrikan menyebutnya dengan desain hammerhead seperti kepala ikan hiu martil. Desainnya tajam, sarat nilai aerodinamika terbaik. Lampu utama juga meruncing dengan teknologi Bi-LED bersama dengan DRL menambah kesan produk modern.

Bagian sampingnya terlihat garis-garis tajam dengan area atap yang melandai ke bagian belakang. Perhatian tertuju pada rumah roda berukuran besar dan dihias moulding sebagai ciri SUV crossover. Kemudian ada side skirt yang juga mendongkrak estetika tampilan samping mobil.

Pada bagian belakang, stoplamp dengan horizontal LED tersambung dari sisi kiri dan kanan. Kaca belakangnya berukuran besar dengan high mount stop lamp. Aerodinamis di bagian belakang hadir lewat spoiler model terpisah dan rear air diffuser di bagian bawah. Detail menarik lainnya adalah lencana bZ4X dengan pewarnaan biru pada bagian bZ menandakan produk elektrifikasi.

Toyota membekali bZ4X dengan dimensi panjang 4.690 mm, lebar 1.860 mm dan tinggi 1.650 mm. Jarak sumbu rodanya 2.850 mm dan ground clearence 210 mm. Aura gagah SUV lebih tampak berkat kaki-kaki dengan velg berukuran 18 inci. Di beberapa negara lain, bZ4X bahkan menggunakan velg besar 20 inci. Tapi menurut kami, dimensi 18 inci tampak lebih sesuai dan tidak terlihat berlebihan dipadukan dengan desain eksterior secara keseluruhan.

Interior

Toyota juga mendesain interior bZ4X dengan aura modern dan futuristis. Tapi tetap dengan nuansa produk Toyota. Desainnya dibuat seperti kokpit pesawat tempur. Dengan beragam fitur dan pengoperasian yang memudahkan pengguna. Tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan berbagai letak tombol di interior. Perbedaan hanya pada tuas sein yang berada di sebelah kiri, ala mobil Eropa.

Interiornya juga terasa mewah dan elegan berkat penggunaan warna hitam mendominasi kabin. Selain itu, Toyota menyertakan dasbor yang dilapisi bahan rajutan, membuat kesan unik dan mewah. Penempatan meter cluster layar TFT yang rendah di area depan pengemudi memberikan efek ruang pandang menjadi lebih luas dan memberikan rasa percaya diri saat berkendara. Layar digital meter cluster ini juga menghadirkan beragam informasi seputar kendaraan termasuk detail mengenai gaya berkendara, status baterai hingga pengisian daya.

Baca Juga:  Toyota Ungkap Penjualan Mobil Terlaris Selama di GIIAS 2023

Desain lingkar kemudi termasuk baru di antara produk Toyota lainnya. Memakai desain three spoke dengan bagian tengah hadir tombol klakson berukuran besar dan berbagai tombol pengaturan di sisi kiri dan kanannya. Ada lebih dari 10 tombol yang bisa ditekan untuk pengaturan kendaraan.

Konsol tengah menyediakan banyak fitur. Termasuk slot power USB untuk pengisian daya, wireless charging, utility tray. Tombol lain yang hadir di area konsol tengah adalah mode berkendara ECO, kamera 360 derajat, parking assist, snow mode, kontrol traksi, fitur one pedal, serta electric parking brake dengan auto hold.

Layar besar dengan ukuran 12,3 inci, menampilkan akses hiburan dan beragam fitur serta informasi lain. Ini termasuk menghubungkan telepon genggam dengan head unit lewat fitur Apple CarPlay dan Android Auto. Keluaran audionya dijamin oleh sembilan speaker premium lansiran JBL.

Kelapangan kabin bukan masalah pada bZ4X ini. Dan memang salah satu keunggulan mobil listrik bisa mengatur sedemikian rupa agar dapat menyajikan ruang kabin yang lebih lega. Apalagi, hadir panoramic roof, yang tak cuma meningkatkan estetika, tapi bisa juga menambah efek lapang di kabin.

Beberapa kenyamanan yang bisa dirasakan penumpang belakang antara lain kehadiran kantong penyimpanan di belakang kursi baris pertama, USB C untuk pengisian daya, lubang AC dan armrest dengan cup holder di bagian tengah jok. Armrest ini bisa dilipat dan menghadirkan ruang yang cukup untuk lima penumpang dewasa.

Bagasi belakangnya memberikan ruang yang cukup lapang untuk mengangkut barang. Dengan tinggi 757 mm, lebar 985 mm, serta panjang dek belakang 967 mm saat jok baris kedua terbuka dan 1.288 mm saat jok baris kedua dilipat rata lantai. Volumenya sekitar 452 liter, dengan penggambaran tiga tas golf dapat muat di bagasi. Terdapat juga dek penyimpanan di bagian bawah untuk tempat converter pengisian daya dan kit perbaikan untuk ban saat kondisi darurat.

Fitur-Fitur

Sebagai penjamin keselamatan, bZ4X dibenamkan generasi terbaru Toyota Safety Sense (TSS) 3.0. Daftarnya sangat panjang, meliputi blind spot monitor, safe exit assist, clearence sonar, rear cross traffic alert, rear camera detection, parking support brake, pre collision system, lane tracing assist, dynamic radar cruise control, automatic high beam, rear camera detection, rear cross traffic alert. Saat digunakan sebagai kendaraan sehari-hari maupun dipakai ke luar kota, fiturnya bekerja sangat baik. Misalnya lane tracing assist yang menjaga mobil tetap melaju di jalurnya dengan intervensi pada kemudi.

Selain itu, bZ4X juga punya fitur telematika andalan T-intouch. Terdiri dari Find my car, stolen vehicle tracking, geofencing, vehicle info, dan layanan pendukung lain dari Toyota yang menjamin kenyamanan selama penggunaan.

Salah satu fitur yang menyenangkan adalah parking assist, membantu pengendara memarkirkan kendaraannya baik parkir pararel atau parkir mundur secara otomatis. Caranya, cukup tekan tombol parking assist di konsol tengah, nyalakan tuas sein ke arah ruang parkir, lalu tekan tombol start parking assist di head unit. Pengemudi cukup melepas pedal rem dan tangan dari lingkar kemudi. Mobil akan maju dan mundur secara otomatis. Mudah digunakan dan kadar presisinya sangat layak diapresiasi.

Baterai dan Pengecasan

Baterainya menggunakan lithium ion dengan tegangan 355 v dan berkapasitas 71,4 kWh yang mampu menempuh jarak 500 kilometer. Soal pengisian dayanya menggunakan soket tipe CCS2. Pengisian dengan arus AC memiliki nilai output 6,6 kW dan DC alias fast charging memiliki nilai output 150 kW. Pengisian cepat ini menghabiskan waktu 30 menit untuk mengisi baterai dari 0 ke 80 persen.

Toyota juga memberikan pengisian daya portabel dan wall charging yang akan diberikan sebagai paket setiap pembelian bZ4X. Soal ukuran listrik pengisian daya minimal 3.500 watt untuk portabel dan 7.700 watt untuk wall charging. Toyota telah bekerja sama dengan PLN untuk pemasangan fasilitas wall charging ini di rumah konsumen.

Dalam pengujian kami, bZ4X digunakan ke Lembang, Bandung dengan titik start dari Jakarta. Total jarak sekitar 160 km, dengan perjalanan melewati tol MBZ dan Cipularang. Kami menghabiskan baterai 48 persen. Kalau dihitung dengan acuan biaya listrik Rp2.666 per kWh, kami hanya menghabiskan biaya Rp86 ribu saja. Jika dibandingkan dengan pengisian bahan bakar dengan rute yang sama, tentu lebih menyenangkan di kantong.