Seorang ABG Mengalami Celakaan Saat Menyetir Mobil Honda HR-V Sampai Terbalik

Seorang gadis ABG berinisial L (14) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menabrak pohon saat belajar mengemudikan mobil HR-V baru temannya. Orang tua L mengatakan putra mereka terlalu muda untuk berada di belakang kemudi. Kapolres Pinrang AKBP Santiaji Kartasasmita mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan ibu L, dirinya tidak mengetahui anaknya mengalami kecelakaan. Dia berkata bahwa dia telah mendengar dari anak-anaknya yang lain. “Hasil pemeriksaan ibu L, bahwa anaknya mau mengambil jaket di bawah jok sehingga membentur pohon dan membelok,” kata Kapolsek Pinrang AKBP Santiaji Kartasasmita kepada Bengkelsastra, Senin (22/ 5/ ) 2023).

Santiaji mengimbau para orang tua bekerja keras untuk menjaga anak-anak mereka. Termasuk saat ingin berkendara namun masih muda. Ia menambahkan, “Tentunya ini menjadi pelajaran bagi orang tua untuk menjaga anaknya, terutama yang masih di bawah umur saat mengemudi,” imbuhnya. Sayangnya, orang tua ABG menyadari kemampuan anaknya untuk mengemudi meski belum cukup umur. “Kata orang tuanya bisa (menyetir), tapi belum cukup umur untuk mengemudikan HRV,” kata Kapolsek Pinrang ACP Agussalim. Agussalim juga mengatakan, ibu L tidak mengetahui alasan anaknya nekat membawa mobil. Mengetahui dia, mobil baru putranya hanya dikendarai oleh teman-temannya. “Mbak L tidak tahu kalau anaknya bawa mobil temannya,” jelasnya.

Dalam video yang dibagikan di media sosial, Honda HR-V terlihat di lapangan. Kerusakan bemper depan dan fender. Di sisi lain, terdengar suara wanita menangis. Video ini telah ditonton 5,9 juta kali. Diakui Agussalim, kecelakaan yang diakibatkan polisi kebanyakan menimpa anak-anak. Bukan hal yang aneh bagi mereka untuk terluka sampai mati. “Masih banyak kita jumpai kecelakaan pada anak-anak. Tidak hanya terluka, tetapi beberapa mati. Makanya kami selalu minta agar benar-benar menarik perhatian orang tua,” ujarnya.

Baca Juga:  Lebaran 2023 Semua Mobil Truk Besar Kelebihan Muatan

Melarang anak-anak mengemudi bukanlah alasannya. Pakar keselamatan berkendara Andry Berlianto baru-baru ini mengatakan banyak alasan mengapa usia menjadi syarat untuk mendapatkan SIM. 17 dianggap matang secara fisik dan mental. Anak usia 17 tahun dianggap mampu memikirkan hal-hal yang berbahaya dan ada juga yang tidak. “Dari segi fisik, rata-rata orang saat ini sudah bisa menapakkan kaki di tanah saat mengendarai mobil atau menginjak pedal di mobil,” kata Andry. “Ketika dia berusia 17 tahun dia merasa memiliki rasa tanggung jawab. Dan dari segi medis, pada usia 17 tahun, otak seseorang sudah berkembang sempurna, terutama dalam hal konsentrasi,” ujarnya.