Peraturan Net Zero Emisi Di Indonesia Masih Belum Diputuskan

dapurpacu.com – Program elektrifikasi kendaraan masih diterapkan di banyak negara untuk mencapai emisi net zero di masa depan, termasuk Indonesia.

Banyak produsen mobil yang masih menjual produk kendaraan listrik untuk mendukung program transportasi energi.

Namun, Eddie Widiono, pendiri Inisiatif Jaringan Indonesia Pintar (PJCI), mengatakan sangat disayangkan Indonesia telah lama ragu apakah transisi energi perlu atau tidak. Sebab, belum ada standar yang tepat dari pemerintah.

“Makanya pemerintah saat ini dalam isu transformasi energi harus membuat benchmark. Bahwa langkah-langkah untuk melakukan transformasi energi ini ada tujuannya, maka kita harus membuat strategi untuk mencapai tujuan itu,” kata Eddie pada sisi Konferensi Pers IEE Series 2023, Rabu (23/8/2023).

Menurut Eddie, situasi politik di Indonesia selalu moderat atau netral. Jadi selalu bersikap skeptis ketika mengambil kebijakan. Jika Anda memiliki tolok ukur, Anda dapat menentukan jumlah kendaraan listrik yang diproduksi dengan cara yang sesuai dan aman bagi lingkungan.

Namun elektrifikasi sektor transportasi penting untuk dua hal, yakni bagi perekonomian (impor) dan bagi kesehatan lingkungan.

Sementara itu, menciptakan lingkungan yang sehat tidak hanya sekedar mengubah mobil konvensional menjadi mobil listrik.

Menurut Eddie, faktor lain seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara harus dihapuskan dan digantikan dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“PLTU harusnya kita pensiunkan lebih awal, tapi karena takut PLTU pensiun, kita tidak mau mendirikan PLTS. Ini sebenarnya dua hal yang harus berjalan bersamaan dengan kecepatan yang berbeda.” Yang paling penting adalah kita mencapai emisi net zero pada tahun 2060,” kata Eddie.

Baca Juga:  Bmw Meluncurkan Sedan Premium Baru Dari Jajaran Seri 7 Di Jakarta, Termasuk 735i Dan I7