Dalam Sejarah Rolls-royce, Industri Otomotif Berkontribusi Pada Produksi Pesawat Selama Perang Dunia Ke 2

Rolls-Royce juga punya peran dalam pembuatan mesin pesawat dalam perang dunia. Dilansir dari laman resmi Rolls-Royce, sejarah panjang perusahaan otomotif asal Inggris ini dimulai pada tahun 1884. Pada awal Perang Dunia Pertama, sebagai tanggapan atas kebutuhan negara, Royce mulai merancang mesin aero pertamanya yang bernama Eagle.

Mesin ini dapat menyediakan setengah dari total tenaga kuda yang dibutuhkan pada pesawat kala itu. Keduanya bertemu saat jamuan makan siang di Grand Central Hotel, Manchester. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan. Pabrikan otomotif Rolls-Royce punya sejarah menarik dan punya popularitas sebagai pembuat mobil-mobil mewah dalam industri otomotif. Selain itu, industri ini juga membeli saham Bentley yang ditutup di Cricklewood.

Loncat cukup jauh ke tahun 1998, Rolls Royce Motor Cars sempat dijual ke Volkswagen dan BMW. Kesuksesan Ghost Silver menjadi model yang paling diminati pasar, sehingga memaksa Rolls-Royce membuka pabrik keduanya di Amerika Serikat. Tidak hanya terjun di dunia permobilan, industri asal inggris ini juga sempat menyokong mesin yang digunakan untuk pesawat terbang. Sedangkan VW memegang tanggungjawab untuk membuat Bentleys.

Itulah sejarah Rolls-Royce, mulai dari awal pembentukan hingga bergabungnya perusahaan otomatis Inggris tersebut dengan dua raksasa otomotif Jerman. Kedua pabrikan tersebut memainkan peran dalam bisnis masing-masing. BMW lalu melisensikan nama Rolls-Royce ke VW hingga akhir 2002. Pada tahun tersebut juga mereka meluncurkan mobil pertamanya, yakni Silver Ghost enam silinder yang dielu-elukan sebagai mobil terbaik dunia.

Ghost Silver juga dinyatakan sebagai Mobil Terbaik di dunia, karena mampu melaju dari London ke Glasgow sebanyak 27 kali, dengan jangkauan sejauh 23.127 kilometer (Km). Ketika itu Henry Royce dan seorang pemuda berusia 26 tahun Charles Rolls sepakat membangun mobil pertamanya.

Baca Juga:  Blackauto Battle 2023 Di Surabaya Jadi Bukti Perang Wilayah Timur

Charles Rolls adalah seorang pria yang berasal dari keluarga kaya raya di Inggris, sedangkan Henry Royce merupakan pekerja yang bergelut di bidang kelistrikan. Kemudian, BMW mulai memproduksi mobil dengan nama Rolls-Royce pada 2003. Sampai pada akhir tahun 1920-an industri ini kembali mengejutkan dunia dengan mengembangkan mesin ‘R’ yang mencatatkan rekor kecepatan baru dengan kecepatan maksimal lebih dari 400 mil/jam (643,7 km/jam) pada tahun 1931.

ada kisaran tahun yang sama, Rolls-Royce mulai mengenalkan mobil yang lebih murah, Twenty. Royce kemudian menunjukkan kepada Rolls mesin dua silinder bernama “Royce 10” yang dirakitnya.Pada akhirnya mereka berdua membentuk sebuah perusahaan otomotif bernama Rolls-Royce pada Maret 1906.