Subaru Manfaatkan Teknologi Toyota Luncurkan Model PHEV

Subaru Manfaatkan Teknologi Toyota Luncurkan Model PHEV

TOKYO (DP) – Subaru berencana meluncurkan  plug-in hybrid (PHEV) berpenggerak semua roda (AWD) tahun ini. Menariknya, Subaru akan memanfaatkan teknologi milik Toyota.

Subaru menyebutkan bahwa model anyar berteknologi PHEV itu merupakan konversi dari model yang ada sekarang. Namun demikian, pabrikan asal Jepang ini belum mengungkap nama model terbaru itu.

Menurut Subaru, seperti dikutip Autoblog, teknologi hybrid yang akan dipakai model anyar itu diperkirakan diambil dari Toyota Prius Prime. Tapi untuk mesin konvensional yang dipakai, Subaru akan tetap menggunakan mesin boxer andalannya. Perlu diketahui, Toyota saat ini menguasai 16,5 persen saham di Subaru.

Jika mengacu pada kebiasaan Subaru yang membangun mobil di Jepang untuk kemudian diekspor ke Amerika Serikat, boleh jadi model PHEV itu adalah Crosstrek atau Forester, yang diproduksi di pabrik Gunma, Jepang.

Model Crosstrek baru saja mengalami pembaruan untuk dirilis sebagai model 2018, sedangkan Forester model 2019 diharapkan meluncur tahun ini. Jika model PHEV itu adalah Crosstrek, itu akan menjadi kelahiran kedua bagi model ini yang mengadopsi teknologi hybrid. Pasalnya, Subaru memperkenalkan Crosstrek Hybrid pada 2013, kemudian ditarik dari peredaran pada 2017 karena penjualannya lesu.

Berasumsi teknologi PHEV yang diusung model Subaru itu berasal dari Prius Prime, berarti Subaru PHEV akan menggendong baterai 8.8-kWh lithium-ion yang dapat diisi ulang melalui colokan listrik di rumah selama sekitar enam jam.

Rencananya Subaru akan meluncurkan model PHEV itu pada tahap awal di 10 negara bagian yang telah mengikuti program Zero Emissions Vehicle yang telah diterapkan California.

PHEV merupakan bagian dari rencana jangka panjang Subaru untuk mengurangi tingkat emisi kendaraannya. Mulai 2020, mesin boxer yang menjadi kebanggan Subaru sudah harus dilengkapi dengan cylinder deactivation dan siklus Atkinson. Pada saat yang sama, Subaru mulai menghentikan penjualan turbodiesel di Eropa dan Australia.

Untuk program mobil listrik penuh (EV), Subaru menargetkannya mulai 2021, yang diperkirakan akan membuat varian listrik untuk model yang sudah ada. Dan untuk mempercepat dan menghemat program riset untuk mobil listrik, Subaru tahun lalu bergabung ke dalam EV Common Architecture Spirit Company bersama dengan Toyota, Mazda, Suzuki, Daihatsu, Denso dan Hino. (DP)

Oleh : Teguh Ralfa (Kontributor)

© 2018 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR