Tak Hanya Adu Skill, Ini Alasan Freestyler Asal Semarang Terbang ke Thailand

Tak Hanya Adu Skill, Ini Alasan Freestyler Asal Semarang Terbang ke Thailand

PATTAYA (DP) — Freestyler asal Semarang ini percaya diri, terbang ke Thailand untuk mengikuti ajang Burapa Battle Stunts 9 kelas 200-500cc, yang diselenggarakan di Sport Arena Chaiyapruk, Pattaya, Thailand (9-10/2).

Yup, dia adalah Ghani Grimaldi (Loenpia Xtreme Semarang), bermodal gelar juara dua freestyle tingkat Asean, yang diraih saat mengkuti ajang freestyle di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 lalu. Ghani kembali bertarung di ajang internasional, supaya bisa meraih mimpi, menjadi juara di ajang freestyle level Asean.

“Ghani memang kami fokuskan di tahun 2018 ini, untuk lebih sering tampil di tingkat internasional. Kebetulan awal tahun ada kompetisi di Thailand, jadi kami putuskan untuk berangkat ke Thailand, jika di waktu mendatang ada kompetisi di negara lain, kami akan berusaha untuk tampil lagi dengan membawa nama Indonesia,” ungkap Choirul Syaifudin, dedengkot Loenpia Xtreme asal Semarang.

Choirul yang mendampingi Ghani selama di Thailand ini, berpendapat bahwa skill dan kemampuan stunt ride dari Indonesia tak kalah dengan para stunt ride dari Asean.

“Makanya selain untuk membawa nama baik Indonesia, ajang kompetisi di level Asean ini penting untuk dilakoni, agar nantinya kami bisa berusaha ke jenjang yang lebih tinggi lagi misalnya level Asia atau bahkan dunia. Selain itu, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan freestyle, mulai dari skill hingga trik yang dimainkan oleh para stunt ride di level Asean. Di sisi lain, dari sistem penjurian. Meskipun banyak persamaan dari metode penjuariannya, tapi ada poin-poin yang bisa kami terapkan di Indonesia,” tambahnya.

Tak hanya itu, di Thailand aksi Ghani ‘menari dan jumpalitan’ di atas motor. Ternyata tidak memakai motor gacoannya Ghani yang sering dipakai untuk melakukan aksi freestyle di Indonesia.

Ghani rela membeli motor di Thailand untuk dipakai saat lomba. Artinya selain melawan stunt ride dari negara lain, Ghani pun harus bisa melawan rasa ragunya, agar tidak terlalu lama beradaptasi dengan motor barunya.

Hal tersebut ternyata menjadi poin tambahan, dari yang bisa Ghani dapatkan, dengan mengikuti ajang di level internasional. Tak hanya mengasah skill, tapi menambah link atau rekanan kami di negara lain.

Dengan terkoneksi link atau rekanan, antara freestyle dari Indonesia dengan pelaku atau tim-tim yang berasal dari negara lain, akan membantu peserta dari Indonesia dalam memudahkan menjadi peserta untuk mengikuti ajang freestyle.

“Contohnya, kami sengaja membeli motor di Thailand untuk dipakai Ghani ketika ikut kompetisi. Nah, kelar kompetisi motor tersebut bisa kami jual lagi. Hal itu bisa terjadi karena kami punya rekanan dengan pelaku dan tim freestyle dari Thailand, sehingga nanti mereka yang mencari calon pembeli motor tersebut. Jadi kami tinggal membawa spare part yang dibutuhkan untuk lomba,” beber Choirul yang ‘nyaut’ jika dipanggil Arul. [DP/Hml/Gtm]

© 2018 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR