Cortez vs Innova, dari Perang Harga Hingga Nilai Jual Kembali

Cortez vs Innova, dari Perang Harga Hingga Nilai Jual Kembali

JAKARTA (DP) – Wuling, pabrikan otomotif asal Tiongkok ini memang sedang mencuri perhatian konsumen mobil penyuka MPV di Indonesia. Diawali kehadiran Confero tahun lalu, Kamis (8/2) dengan mengusung tagline sebagai “The New Choice of MPV”, Cortez hadir menjadi produk kedua yang dipasarkan oleh Wuling Motors di Indonesia.

MPV yang digadang-gadang menjadi saingan berat Toyota Kijang Innova ini, ternyata tak hanya mencuri perhatian, tapi juga menggoda konsumen penyuka MPV atau mungkin juga keluarga Indonesia. PT SGMW Motors Indonesia, mengumumkan, Cortez dipasarkan mulai Rp 218 juta sampai Rp 264 juta, dengan kondisi on the road (OTR) Jakarta. Jauh dibawah harga Toyota Innova, termurah Rp 300 Jutaan lebih dan termahal Rp 450 Jutaan lebih.

Ada enam pilihan varian yang ditawarkan kepada konsumen di Indonesia. Semuanya dibekali mesin empat silinder bensin 1.8 liter bertenaga 129 hp dan 174 Nm, dengan dua pilihan transmisi, manual 6-speed dan i-AMT (intelligent Automated Manual Transmission). Opsi i-AMT adalah yang pertama ditawarkan di kelas ini, yang menyajikan pilihan mode bekendara Eco dan Sport, serta perpindahan manual 5-speed.

Desain yang lebih mewah dan berkelas dari Confero, diikuti oleh sejumlah fitur dan teknologi unggulan yang masih jarang dimiliki oleh produk lain sekelasnya. Contohnya adalah layar sentuh 8 inci sebagai pusat infotainment yang sudah dilengkapi navigasi GPS.

Kerennya lagi, Sunroof dan rem parkir elektronik juga disematkan pada Cortez, berikut ragam sistem keselamatan yang melimpah. Interior sendiri telah menggunakan balutan bahan kulit dan memiliki sejumlah panel soft touch pada trimnya.

“Hadirnya Cortez didasari oleh semangat Drive For A Better Life. Kami ingin membawa pelanggan untuk merasakan semangat tersebut melalui produk terbaru ini dan dapat memberikan pilihan bagi masyarakat,” kata Cindy Chai, Vice President of Vehicle Sales, Service and Marketing Wuling Motors.

Hanya saja,  apakah semangat yang ingin disampaikan Cindy Chai itu sesuai dengan perilaku konsumen di Indonesia. Sadar atau tidak, sebagian besar masyarakat kita masih terpatok degan pola pikir ‘value for money’ sebelum menentukan pilihan untuk membeli sebuah kendaraan. Memang, tidak semua konsumen Indonesia seperti itu, terutama kelas menengah atas.

Kalau bicara value for money, Toyota Kijang Innova tentu saja masih sangat tinggi dan kompetitif. Sementara Wuling, masih penuh dengan tanda tanya besar. Jangankan bicara soal harga jual kembali produk China, Korea dan Eropa yang sudah puluhan tahun jualan di negeri ini, tetap tak bisa bersaing dengan produk Negeri Sakura.

“Jual Kijang Innova itu gampang, hari ini pasang iklan, besok pagi-pagi sudah ada yang datang. Kalu cocok harga, langsung dibawa pulang,” kata Donny yang berprofesi sebagai pedagang mobil bekas di Kebayora Baru, Jakarta Selatan.

Setelah sedikit mengulas soal harga dan nilai jual kembali produk China dan Jepang ini, mari kita liat menu-menu apa saja yang ditawarkan Wuling di mobil Cortez. Banyak yang bilang, Toyota Innova sudah jelas kalah.

Wuling Cortez punya sejumlah fitur canggih yang bahkan tidak dipunyai All New Toyota Innova. Kalau Toyota selalu berani dan sedikit sesumbar soal fitur keselamatan pada mobil-mobilnya paling lengkap, Wuling coba menantangnya dengan sodoran fitur keselamatan pada Cortez yang juga tak kalah lengkap.

Ada menu seperti rem parkir elektrik dan Automatic Vehicle Holding, sensor parkir pun disematkan sebanyak dua titik di depan dan empat titik di belakang. jumlah airbagnya juga hampir menyamai jumlah kantong udara pada All New Toyota Innova tipe paling mahal, yakni sepasang di depan, dan dua di bagian samping.

Kalau Innova punya pilihan mode berkendara ECO dan Power, Cortez juga punya bahkan ada fitur TPMS alias Tire Pressure Monitoring System, cakep untuk jalan raya di Indonesia yang rawan ranjau paku.

Cuma ada saja yang bertanya, apakah dengan fitur seabreg yang dipunyai Cortez bakal terpakai semuanya? Perhatikan saja, kata sipenanya, teman atau keluarga yang lagi nyetir, begitu mau mundur, yang dilihat kaca spion, masih bagus kepalanya gak keluar sambil nengok ke belakang. Padahal jelas-jelas, mobilnya sudah menggunakan layar monitor parkir. Benar juga sih!

Sekarang  kita liat bagaimana kesiapan PT SGMW Motor Indonesia membangun kepercayaan kepada konsumennya melalui perluasan jaringan dealer. Meskipun sebagai pemain baru di Indonesia, Wuling Motor mengklaim sudah mendirikan total 50 dealer di seluruh Indonesia. Jangan bandingkan dengan Toyota yang punya dealer dimana-mana. Inilah yang memang tidak terbantahkan, sehinga membuat konsumen semakin  percaya bahkan lebih dari itu, mereka juga loyal.

“Di akhir tahun kemarin memang kita sudah 50 dealer, sudah tercapai targetnya dan sampai hari ini sudah ada 54 dealer dan kita mau menargetkan gerak cepat, dan tahun ini kita punya target 84 dealer,” kata Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors, Kamis (8/2).

Dengan perluasan jaringan dealer tersebut, Wuling mengharapkan bisa secara signifikan meningkatkan angka penjualannya sepanjang tahun 2018. Angka 30 ribu unit menjadi target Wuling bisa memasarkan Confero dan Cortez.

Sampai disini, mungkin orang-orang Toyota di Sunter sana, cuek saja. Bahkan mungkin konsumen penyuka mobil, yang mau beli , juga gak kepikiran buat membandingkan Cortez dan Innova. Lha! kalau gitu, siapa dong yang sibuk? (DP)

 

© 2018 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. kinotaki
    19 February 2018

    Buat saya fitur2 yang banyak pada cortez tak terlalu menarik, tapi ada satu hal yang saya idam-idamkan sejak lama dan itu terpenuhi pada Wuling Cortez yaitu sebuah LMPV yang mempunyai suspensi belakang fully independent, selama ini pasar dipenuhi LMPV yang kaki2 belakangnya pakai Gardan Light truk atau yang sedikit lebih nyaman yaitu pakai Torsion Beam seperti pada Xpander, Ertiga, Mobilio, dan Grand Livina…

  2. Bowie
    11 February 2018

    Semoga wuling bisa tetap eksis dan menunjukan durabilitas dan pelayanan yang terbaik sehingga dalam skala besar akan dapat meng koreksi harga jual mobil di indonesia menjadi lebih bersaing, salam

  3. gondes
    11 February 2018

    selama ini di indo blm pernah ada yg menantang toyota dg kuat spt wuling dg strategi hrg murah namun ga murahan krn mobil wuling kaya fitur bak mobil mewah dg garansi 5 th pula bahkan di tiongkok sana toyota kualahan dan ga pernah menang lawan baojun atau wuling disini. jika toyota indonesia ga peduli dg penetrasi wuling maka jangan kaget jika mereka tergusur dari hegemoninya..

  4. galang
    11 February 2018

    Cotez fitur melimpah dan harga kompetitif….namun 264 bukan nilai yang kecil di indonesia beli mobil dijadikan investasi saat butuh dana bisa dijaminkan ke bank atau leasing namun bila nilainya tak sebaik mobil jepang jelas bisa ditinggalkan cortez oleh konsumen….inti dari masalahnya adalah HARGA JUAL KEMBALI MOBIL JEPANG TIDAK TERJUN BEBAS SEPERTI KOREA DAN EROPA…APALAGI MOBIL CHINA….

  5. blade-in
    10 February 2018

    Paling tidak Wuling membuka mata konsumen Indonesia kalau selama ini mereka dijadiin sapi perah untuk mengeruk keuntungan se esar besarnya pabrikan Jepang. Mobil yg seharusnya dijual 250 oleh TAM dijual 300. Konyolnya Anda rela…