Ini Cara Mengecek Oli Shell Tidak Palsu

Ini Cara Mengecek Oli Shell Tidak Palsu

JAKARTA (DP) – Teknologi Jam jar yang diperkenalkan oleh PT Shell Indonesia, bertujuan untuk melindungi sekaligus mencegah praktek pemalsuan oli Shell yang dibeli oleh para konsumennya.

Jam Jar itu berupa segel yang memiliki kode QR pada lapisan kedua, yang dapat dipindai dan terhubung ke server Shell Anti-Counterfeit System (Sistem Shell untuk Anti Pemalsuan).

Nah, jika konsumen yang telah membeli oli Shell dengan teknologi Jam Jar, maka dapat melakukan pengecekan dengan menggunakan telepon genggam, baik melalui scanner maupun mengirim pesan singkat ke nomor 085574670055 secara gratis.

“Melalui smartphone, anda dapat menscan kode QR 2D (jika HP tidak tersedia scanner, tinggal download di Playstore), lalu scan barcode yang terdapat pada lapis kedua. Sehingga lapis pertama di atas tutup botol harus dilepas,” ungkap Edward Satrio, VP Consumer Brand Helix & Advance PT. Shell Indonesia.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Edo ini menjelaskan setelah lapisan pertama pada tutup botor disobek dan discan barcode-nya, klik http://ac.shell.com, kemudian aplikasi tersebut akan terhubung dengan website sistem Anti-Counterfeit (Anti-Pemalsuan), lalu langkah selanjutnya pilih bahasa Indonesia, setelah itu masukan 16 digit kode verifikasi, kemudiaan muncul kalimat ‘geser untuk mengkonfirmasi saya’, lalu tekan kata ‘lanjutkan’ dan terakhir kode telah terverifikasi. “Nah hasil verifikasi itu yang nantinya akan terlihat, oli Shell yang anda beli palsu atau asli,” tambahnya.

Saat ini teknologi Jam Jar telah diterapkan di sekitar 80 persen produk pelumas Shell Hellix Ultra, Shell Hellix HX8, Shell Helix HX7, dan Shell Hellix HX5 di kemasan 4L dan 1L.

“Dengan teknologi ini, Shell berharap hanya produk pelumas terbaik dan aslilah yang beredar di pasaran. Kami berharap pengginaan pelumas asli Shell dapat membantu konsumen dalam merawat kendaraan bermotornya,” terang Edo. [dp/Hml]

© 2018 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. Arif
    19 October 2017

    Kalau tidak ada scan barcode di tutup, gimana gan ?