Close [X]

Ban Vulkanisir Solusi Bagi Pebisnis Kendaraan Berat yang Low Budget

Ban Vulkanisir Solusi Bagi Pebisnis Kendaraan Berat yang Low Budget

JAKARTA (DP) — Ban merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang mempunyai fungsi khusus dan sangat penting dalam menentukan keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.

Berbeda dengan kendaraan penumpang, kendaraan berat atau niaga memang memiliki spesifikasi ban yang jauh lebih tebal dibanding kendaraan penumpang. Karena ketebalannya itu lah, banyak pebisnis angkutan kendaraan berat (truk atau kontainer) masih memanfaatkan ban bekas-hasil vulkanisir di kendaraan mereka karena melihat pada sisi efisiensi biaya.

Triyono, selaku Sales dan Technical Suport Supervisor PT Indoretreading and Tire Services, mengatakan harga ban vulkanisir memang lebih murah 40-50% dari ban baru. Sehingga ban vulcanisir sering menjadi pilihan para pemilik armada truk atau kontainer.

“Sementara baik atau tidak laiknya ban vulcanisir tergantung dari proses vulkanisirnya. Jika prosesnya tidak seusai maka ban vulkanisir tidak akan bertahan lama. Selain itu pemakaiannya juga tergantung dari medan yang dilalui,” jelas Triyono, saat ditemui di JIExpo, Selasa (10/10).

“Untuk ban yang bisa divulkanisir hingga berapa kalinya, itu tergantung dari proses vulkanisirnya itu sendiri dan pola maintenance-nya.”

Sedangkan saat pemakaian, tambah Triyono, ban vulkanisir butuh perawatan lebih terutama pada menjaga tekanan angin ban adalah hal penting diperhatikan, ditambah lagi saat proses vulkanisirnya juga harus bagus.”

Lantas, bagaimana proses vulcanisir yang dilakukan oleh PT Indoretreading and Tire Services? Berikut tahapannya;

Pertama, ban yang gundul dilakukan inspeksi dengan tujuan proses sortir mana yang laik untuk vulkanisir dan mana yang tidak, baik dari usia ban, apakah ada cacat terlalu besar atau tidak.

Setelah meliwati penyortiran, proses selanjutnya adalah pemarutan ban. Ban yang awalnya gundul atau tidak rata, diparut terlebih dahulu sehingga menghasilkan ban dengan permukaan rata.

Selesai pemarutan, masuk ke proses pembersihan ban (inpeksi) yang ada lubang atau terkena paku. Jika ada lubang  maka lubang tersebut harus dibersihkan, meskipun itu kecil.

Kemudian masuk ke tahap menambal lubang ban yang bolong akibat paku atau benda lainnya supaya ban tetap memiliki kekuatan.

“Karena kekuatan ban ada di body play itu yang membuat ban kuat, ketika benang atau kawat patah kekuatannya akan kurang, makanya harus dilakukan repair atau penambalan. Untuk bahannya disesuaikan dengan besarnya lubang pada ban,” terang Triyono.

Berlanjut proses smenting, mengoleskan cairan semen ke telapak ban. Ini semacam cairan yang fungsinya seperti lem juga. Setelah itu ditutup lagi dengan karet mentah yang kemudian diolah.

Berikutnya masuk proses pemasangan telapak yang sudah disesuaikan dengan ban dan proses memasak ban kurang lebih 3,5 jam dengan suhu 116 derajat, bertujuan supaya menyatu antara casing dan telapak ban.

“Selesai proses memasak, lanjut ke proses quality control guna menentukan sudah laik apa belum untuk digunakan, jadi kalau masih ada yang kurang maka harus diproses ulang lagi,” imbuhnya. [dp/Ric]

PT Indoretreading and Tire Services
Komplek Hyundai Multiguna II
Jl. Tanjung No 12 Lippo Cikarang, Bekasi. Telpon (021) 89903579

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR