Catat! Belum Punya BPJS Kesehatan Tidak Bisa Urus SIM dan STNK

Catat! Belum Punya BPJS Kesehatan Tidak Bisa Urus SIM dan STNK

JAKARTA (DP) – Agar tidak terkejut saat melakukan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kemudian tidak layani. Selain tidak terpenuhi persyaratan administratif pengurusan, bisa jadi Anda belum terdaftar atau ikut dalam program BPJS Kesehatan.

Sanksi administratif berupa tidak dipenuhinya sejumlah pelayanan publik oleh pemerintah itu dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Di mana, bagi warga informal (pekerja bukan penerima upah) yang belum mengikuti program BPJS Kesehatan akan mendapat sanksi administratif berupa tidak terpenuhinya layanan publik meliputi Pengurusan SIM, STNK, Sertifikat Tanah, Paspor, dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Realisasi sanksi administratif sesuai Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2013 Pasal 9 ini diharapkan bisa berlaku per 1 Januari 2019. Ini sesuai target BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pesertanya hingga 100 persen atau semua warga Indonesia.

Perlu diketahui, sanksi di atas tidak berlaku bagi pemberi kerja, pekerja, dan penerima bantuan iuran yang memenuhi persyaratan kepesertaan dalam program jaminan sosial. Lantas, bagaimana pendapat Anda? [dp/Rdo]

 

© 2018 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. Bolanhok
    11 February 2018

    Bull Shit… bulan January 2018 saudara gw bikin SIM di Jakarta Barat tanpa punya BPJS sama sekali

  2. karSidi
    30 January 2018

    presiden nya dan partai d belakangnya emang memperhatikan rakjat ketjil…tp memperhatikan dalam arti negatip..malah ditindas secara halus…
    mungkin kalo yg jadi presiden yg menantu nya presiden terdahulu itu…mungkin akan mirip dg mertua nya… “gimana..enak jaman eyang kan…???”

    ah nyesel guwa ga nyoblos…
    ah tp ga papa lah..biar saya sadar ruginya ga ikut nyoblos dan orang2 jg sadar sapa yg tlah dicoblos..juga pada tau sapa n gimana mereka

  3. wanto
    28 January 2018

    Bachrudin Husein
    27 July 2017
    Inilah presiden kita yg skrg ini, presiden pilihan rakyat, presiden yg katanya merakyat yg tiap saat disanjung2 sm fans beratnya (jokowilovers)….yg klo ada kebijakan spt ini semua pd ngumpet n tiarap, nanti muncul lg klo ada peresmian jalan, peresmian mall, peresmian gedung pencakar langitnya surya paloh dll…kwkwkwkkwk

    =================

    Tapi bagaimanapun, masih mending Jokowi drpd yg lain …..apalagi yg itu tuhh…… ngurus rumah tangga sendiri aja berantakan, gimana mau ngurus negara ?

  4. hendry gaes
    29 September 2017

    Lakon opo ikii….di kiro gmpang golek duit…

  5. Ringgo
    6 August 2017

    Salah satu bentuk kemunduran birokrasi..
    Secara tersirat orogram BPJS itu pemaksaan kehendak.. KPKdan BPK kog diem aja..

  6. rafa
    28 July 2017

    BPJS memaksa, lihat gaji pegawai BPJS THR lebaran kemarin aj mencapai 30jt, gila2 an gajiny nyampe 10jtan utk pegawai baru….ndak tahu uang pengelolaanny,KPK dan BPK tolong audit BPJS

  7. husna
    28 July 2017

    sangat bagus sekali bagi kami operator forklift rental yang selama ini berkontribusi sangat besar sekali tapi tidak mendapatkan perlindungan kesehatan tapi ada tapinya kenapa peraturan itu bpjs kesehatan bukannya bpjs ketenagakerjaan……….? sehingga terkesan setengah hati……atau kurang memahami kondisi

  8. RAGIL
    27 July 2017

    EKTP masih sebatas JANJI … muncul lagi BPJS … oalahhh bos bos … aturan kok bikin sengsara

  9. Sunarno
    27 July 2017

    Ya Allah mudahkanlah orang orang pengangguran, orang fakir, orang miskin untuk menjalani hidup di Indonesia ini,
    Engkaulah yang memegang ubun ubun setiap manusia yang bernafas

  10. Si jampang
    27 July 2017

    Terus gunanya SWDKLJ apaan? Bukannya itu termasuk bentuk asuransi juga?

  11. rendy
    27 July 2017

    Aturan seenak udel

  12. Arif darmawan
    27 July 2017

    Seperti negara diktator lama2…apa2 wajib…gmn nasib para janda(spt adik2 sy) yg hrs idupin kluarga tnp penghasilan tetap & bkn penerima pensiun..

  13. Adradestiana
    27 July 2017

    Mnghambat org membayar pajak kendaraan dan perpanjangan SIM. Mestinya negara berupaya bgmn mudahnya membayar pajak atao pngurusan SIM dll. Tp aturan demi aturan malah trbalik.

  14. Pengendara
    27 July 2017

    Apa-apaan lagi ini? Otoriter banget peraturannya. Tanpa bisa memilih pemilik kendaraan harus bayar SWDKLLJ. Itupun kalau telat bayar tidak bisa dapat klaim santunan. Belum lagi kalau selama hidup tidak mengajukan klaim sementara tiap bayar pajak harus bayar SWDKLLJ, trus kemana uang itu? SANGAT BERHARAP ada transparansi disini.

  15. Brengosh1996
    27 July 2017

    udah terealisasi kah? tolong masyarakat kalo ngasih komentar liat kebenaran beritanya. jangan semena mena, trims (Y)

  16. Trigozaimasu
    27 July 2017

    Semakin ke sini koq semakin terlihat semakin semena menanya birokrasi di negeri ini.Rakyat sudah susah ditambah kesusahannya.Keikutsertaan BPJS yang terkesan memaksa bukankah itu melanggar pancasila yaitu memaksakan kehendak kepada Rakyat.Jika kita amati kebijakan 2 pemerintah saat ini bukankah banyak pelanggaran amanah.misalnya:
    1.Dana BPJS yang terkumpul dari masyarakat diinvestasikan lagi,, apakah peserta BPJS juga akan menikmati hasil investasi itu ?
    2.Dana Haji diambil alih pengelolanya dan di investasikan untuk pembamgunan infrastruktur, ini sudah melanggar etika namanya dan pemerintah tidak tau malu menggunakn dana haji digunakan investasi
    3.Kepengurusan SIM,STNK,Surat tanah,Paspor dan lain2 tidak ada hubungannya dengan BPJS
    Kenapa tidak bisa menempatkan masalah pada tempatnya

  17. Bachrudin Husein
    27 July 2017

    Inilah presiden kita yg skrg ini, presiden pilihan rakyat, presiden yg katanya merakyat yg tiap saat disanjung2 sm fans beratnya (jokowilovers)….yg klo ada kebijakan spt ini semua pd ngumpet n tiarap, nanti muncul lg klo ada peresmian jalan, peresmian mall, peresmian gedung pencakar langitnya surya paloh dll…kwkwkwkkwk

  18. Yudha
    27 July 2017

    Sama saja merampok uang rakyat

  19. Tukang sulap
    27 July 2017

    Klo ini keterlaluan masak masalah mau ngurus SIM sama STNK dan IMB pakek BPJS segalah. Apa SIM dan STNK IMB mau ikut berobat……sunguh pemaksa’an

  20. agus hari yadi
    27 July 2017

    Saya heran, Saya mau bertanya APA HUBUNGAN BPJS dengan pengurusan SIM, STNK, IMB..DLL Hidup Masyarakat saat ini sudah sulit mohon bagi para PEMIMPIN untuk memikirkan. tolong dong di publikasikan ke masyarakat biar transparan.

  21. Ardi
    27 July 2017

    Itu namanya pemaksaan,sebelum ada bpjs,sim dan stnk sudah ada duluan,hidup sulit makin di persulit lagi,apa jdny ke depanya

  22. Abdul hayat
    27 July 2017

    hidup sudah sulit masih dibuat ribet lagi,..

  23. Kanebo
    27 July 2017

    Kesan nya di negara sendiri makin sulit hidup…

  24. Renoto
    27 July 2017

    Enak kan zaman era pak soeharto
    Rakyat ga ngerasa susah…
    Meski negara terbelit hutang..
    Tapi rakyat tenang ga mikir orang ” gilaa tahta dan jabatan ky yg sekarang..korupsi mulu..
    Akhirat menanti…!!!

  25. Aris
    27 July 2017

    Ribet amat…… klu mau cari untung jgn masyarakat lagi yg di kenakan….. apa guna pemerintah kasih surat izin buka asuransi…..klu cm bpjs yg di utamakan tutup aza smua asuransi.

  26. Ozy
    27 July 2017

    Itu yg blm pnya?
    Klo yg udh pnya tp ga byar gmna !???
    Pnya jg percuma…
    Ga bs dipk…
    Pk bpjs kls 1
    Di RS alesan nya penuh kmr nya
    Ada kls 3
    Pk bpjs kls 3
    Alesan RS kmr kls 3 full
    Ada kmr kls1…
    Trs dioper dh ke RS laen

  27. Juned
    27 July 2017

    Beuki lieurrr hulu ainggg…

  28. Mas Gade
    27 July 2017

    Pemerintah gila,..
    BPJS itu kan proyeknya pemerintab melalui sistem yg dibangun

  29. Izul
    27 July 2017

    Cuma. Bisa bilang yg pilih presiden nya siapa dulu knp protesnya sekarang nikmatin aja pohon yg ditanam dan buahnya yg sdh berbuah… Semua keputusan peraturan ada di pejabat tertinggi yakni presiden. Jd manggut wae lah apa yg sdh di tetapkan pimpinan tertinggi… Menyesel percuma klo ga ada tindakan unt merubah di pemilu nnt yg akan dtg

  30. Umaru Chan
    26 July 2017

    apa hubungan urus SIM dan STNK sama punya/tidak punya BPJS? Oh mungkin biar kalo pengendara kecelakaan bisa ditanggung biaya berobatnya dengan BPJS? Trus gunanya kita bayar Asuransi Bhayangkara pas bikin SIM tuh apa? SWDKLLJ? Itu kan gunanya buat mengocver biaya pengobatan pengedara, mending dua asuransi itu yang dibenahi. Jangan bikin dibikin ribet dengan harus punya BPJS

  31. Dungky
    26 July 2017

    Idih banget… bisanya cuman maksa. Sekalian aja yg ga punya BPJS bakal dipenjara…. dan cuman dijaman ini kejadian begini.. bener deh masih uenak jaman eyang Harto. Wkwkwk

  32. Rafandika
    26 July 2017

    Jokowi memang hebat , stelah pencabutan subsidi listrik , pajak terhadap umk , & skarang praturan kayak gini.. Good job Jokowi

  33. NAWI66
    26 July 2017

    Wkwkwkkk