Kualitas Material Honda HR-V Mulai Diragukan Pengguna

Kualitas Material Honda HR-V Mulai Diragukan Pengguna

JEMBER (DP) – Sejak lepas tudung di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014, Honda HR-V menjadi magnet bagi pecinta crossover Indonesia. Strategi marketing yang baik dari PT Honda Prospect Motor (HPM) membuat mobil ini diminati, bahkan sampai Oktober 2015 wholesales HR-V menyentuh 31.528 unit.

Sayangnya, belum setahun berjalan, masalah kualitas material HR-V kini mulai dikeluhkan konsumennya sendiri. Berawal dari forum terbesar di Indonesia, Rudi, pemilik Honda HR-V 1.8 Prestige asal Bondowoso menyatakan kecewa dengan mobil miliknya yang terus diterpa masalah pada komponen berbeda-beda.

Sejak mobil hadir Juni lalu, HR-V milik Rudi yang baru menginjak 8.200 km sudah lebih dari 10 kali bolak-balik bengkel Honda Istana Jember. Masalah sudah ditemui saat pemakaian 300 km, di mana karet pintu depan putus. Kemudian pada 500 km, ada bunyi di dashboard sebelah kiri, dan saat 1.000 km giliran bagian kaki-kaki bermasalah.

Di lain pihak, Rudi mengapresiasi Honda Istana Jember yang dirasa profesional. Sejauh ini, pria yang bermukim di Bondowoso dan harus rela bolak-balik ke Jember untuk klaim tersebut sudah mendapat penggantian karet pintu, Lower Arm, Drive Shaft, Rear Axle, dan Electronic Power Steering. Semuanya bebas biaya karena masih garansi.

“Poin keluhan yang saya sampaikan ini sebetulnya untuk HPM, karena bengkel sudah sangat baik. Sebab bengkel punya keterbatasan dalam situasi seperti ini, ada beberapa tugas yang mereka tidak bisa lakukan jika tidak ada intruksi dari HPM,” ungkap Rudi saat dihubungi Dapurpacu.com.

Tulisan Rudi dengan akun ‘bedahtulang’ dalam tautan Surat Pembaca Kaskus berjudul ‘Pengalaman Saya bersama Honda HRV 1.8 Prestige’ ditanggapi pemilik HR-V lainnya. Umumnya mengeluhkan permasalahan serupa, mulai bunyi saat mobil stop and go, kaca mobil bergetar, hingga kaki-kaki bermasalah.

Seperti diungkapkan pemilik akun ‘csh’, pengguna HRV tipe 1.5 E-CVT. Problem dialami kurang lebih sama, bahkan ketika mobil serah terima dari dealer, ada suara seperti suara besi beradu di kaki-kaki bagian depan. Kemudian saat odomoter sudah 3.000 km, muncul bunyi seperti air dikocok pada bagian kaki-kaki belakang.

Meski pernah dijanjikan akan berkomunikasi langsung dengan pihak HPM. Rudi mengaku, hingga berita ini dinaikkan, belum ada orang HPM yang menghubungi. “Belum sama sekali. Saya sudah telepon ke manager Honda Jember. Katanya HPM akan mengirim beberapa spare parts, padahal permintaan awalnya saya ingin ketemu HPM,” pungkas Rudi.[dp/Gls]

© 2018 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. Solehudin
    9 February 2018

    Betul Honda HRV banyak masalah..baru pkai 2 thn 21 rb km dinamo starter sdh hrs diganti krn rewel…hrgnya 4,5 jt itu di Be-res …garansi tdk bisa dipakai akbt tdk service rutin…laa kan repot kl ngikutin service rutin padahal tinggal di kota kcl yg ga ada Be-Res honda…tapi yg jadi masalah adalah sebrp baik dan kuatnya dinamo yg dipakai honda dg kondisi 2th 21 rb km