Menanti Peluncuran Honda CBR 250R di Jakarta

Menanti Peluncuran Honda CBR 250R di Jakarta
/ 24 February 2011

JAKARTA (DP) — Publik nasional, khususnya konsumen sepeda motor, sudah mulai menghitung mundur menanti peluncuran Honda CBR 250R yang rencananya akan dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) pada Jumat, pukul 13:00, di Jakarta.

Konsumen dan media sebetulnya sudah tahu rencana tersebut. Bahkan publik nasional telah mengetahui bentuk dan teknis yang dimiliki CBR 250R. Pasalnya, ketika diluncurkan di Thailand tahun lalu, banyak media, termasuk Dapurpacu.com, telah memberitakannya.

Terlebih, CBR 250R merupakan produk global, maka tak banyak perbedaan baik dalam bentuk maupun teknis. Apalagi AHM juga telah memboyong CBR 250R ketika Jakarta Motorcycle Show 2010 (JMCS) pada November silam.

Indonesia akan menjadi negara ketiga di Asean yang secara resmi akan melepas CBR 250R, setelah Thailand dan Malaysia. Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, dan India juga telah merilis CBR 250R.

Menunggu Harga

Kini yang menjadi penantian utama publik adalah harga yang akan ditetapkan untuk CBR 250R. Publik berharap harga CBR 250R sama dengan yang berlaku di seluruh dunia, di mana lebih rendah dari Kawasaki Ninja 250R.

Di Thailand CBR 250R versi termurah non-ABS dibandrol sekitar 100.000 Baht (Rp 30 juta). Nilai ini lebih murah dari Ninja 250R yang berkisar 120.000 Baht (Rp 36 juta).

Perbandingan yang sama juga berlaku di Malaysia. CBR 250R non-ABS dihargai 18.799 ringgit (sekitar Rp 55,5 juta), sementara Ninja 250R 19.889 ringgit (Rp 58,7 juta).

Dengan fakta perbedaan tersebut, banyak pihak memprediksi harga CBR 250R non-ABS di Indonesia juga akan berada di bawah Ninja 250R. Bila Ninja 250R dijual sekitar Rp 46,5 juta, maka selisih CBR 250R bisa sekitar Rp 5 juta lebih murah.

Meski begitu, sumber Dapurpacu.com di AHM membantah perbedaan harga tersebut. Sumber mengaku selisih CBR 250R dengan Ninja 250R tidak akan mencapai Rp 5 juta. Dengan kata lain, sulit berharap harga CBR 250R menjadi Rp 40-42 juta.

Sumber juga tidak menjawab ketika Dapurpacu.com menerka harga CBR 250R akan berada pada kisaran Rp 44,5 juta (selisih Rp 2 juta). “Tunggu saja besok. Harga CBR pasti bersaing,” kata sumber.

Honda tentu saja punya kepercayaan diri tinggi terhadap popularitas mereknya. Buat pabrikan ini perbedaan harga tipis tidak akan menutup peluang mengambil pasar Ninja 250R karena didukung kebesaran nama Honda.

Persaingan Gengsi

Kawasaki Ninja 250R akan mendapat persaingan keras dari Honda CBR 250R. Selain tekanan pada perbedaan harga, nama besar Honda di pasar kendaraan bermotor roda dua nasional sejauh ini lebih kuat daripada Kawasaki.

Dua hal ini akan menjadi kunci utama Honda untuk bisa memenangkan persaingan. Tapi tentu saja tidak mudah, mengingat embrio Kawasaki dalam kurun lima tahun terakhir di Indonesia berbeda dengan satu dasawarsa sebelumnya.

Kawasaki kini telah memiliki komunitas konsumen yang kuat. Hal ini didorong oleh komunitas Ninja yang semakin hari semakin kuat.

Di forum-forum internet perdebatan tentang CBR 250R dan Ninja 250R ikut berlangsung sengit. Banyak yang menyangsikan gengsi CBR 250R karena model ini hanya mengusung mesi 1-silinder DOHC, sedangkan Ninja 250R 2-silinder DOHC. Rasio kompresi Honda yang 10.7:1, sementara Ninja 11.6:1 juga ikut diperdebatkan.

Bimo Hendrawan, pakar teknis sekaligus modifikator motor besar dari Bimokustom Bikes, Jakarta, tak urung angkat bicara soal perbedaan teknis kedua seteru tersebut.

Menurut Bimo, CBR 250R berpotensi menciutkan pasar Ninja 250R di Indonesia. “Sebelum kita bicara teknis, mana merek yang lebih besar di Indonesia?” tanya Bimo.

“Ini artinya, Honda lebih bisa menjamin ketersediaan dan harga suku cadang,” lanjut pria yang hafal betul dengan teknis mesin-mesin motor besar, termasuk Harley-Davidson, Buell, dan Triumph ini. “Saya pikir, harga komponen Kawasaki terlampau mahal. Honda bisa mencuri peluang ini.”

Bimo melanjutkan, “Mesin satu silinder tidak perlu dibuat ribut. CBR 250R akan kuat performanya, terutama pada tarikan bawah di mana sangat diperlukan di dalam kota.”

Pria yang telah banyak memodifikasi mesin-mesin sepeda motor trail Kawasaki KLX 250 ini juga menyatakan bahwa mesin dua silinder berpotensi menghasilkan performa lebih tinggi pada putaran atas.

“Umumnya, mesin dua silinder lebih hebat di putaran atas dibandingkan satu silinder. Tapi di Jakarta atau bahkan Bandung, kita mau pakai di mana?” ucap Bimo. Mesin Kawasaki juga dinilai Bimo cepat panas. Kondisi ini sangat mempengaruhi suhu kompresi di ruang bakar.

“Anda tahu, ledakan di ruang bakar lebih maksimal bila udara yang dikompresi dingin (kerena mangandung banyak oksigen, red). Makanya, banyak mesin performa tinggi memakai intercooler,” terang Bimo.

Sementara itu menyikapi beragam tudingan bahwa mesin satu silinder CBR 250R tidak menghasilkan suara gahar, Bimo tidak sepakat. “Suara itu urusannya sama knalpot. Kalau mau bikin suara tidak karuan, sini saya kerjakan,” ucap pria yang terbiasa memodifikasi knalpot-knalpot ekstrim untuk moge ini.

Ketika disinggung, pilih mana antara CBR 250R dengan Ninja 250R, Bimo menunjuk CBR 250R. “Dengan motor 250cc saya tidak butuh kencang, kalau mau kencang saya pakai mesin Harley saja. Motor 250cc itu yang penting nyaman dan irit, jadi tidak capek kalau dibuat keliling kota yang macet pula,” lanjutnya.

Pendapat berbeda justru disampaikan Valent, salah seorang penggila Honda Tiger yang aktif di komunitas DeNyut. Pemuda ini mengaku sedikit kecewa dengan penampilan CBR 250R yang disebutnya kalah agresif dengan Ninja 250R.

Valent mengungkapkan hal tersebut ketika dirinya melihat langsung CBR 250R di JMCS 2010 tahun lalu. “Sayang, saya kira dia lebih agresif, ternyata biasa saja. Desainnya terlalu ramping buat saya,” katanya. [dp/GRG]

© 2014, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.
2 Komentar


Click to Insert Smiley

SmileBig SmileGrinLaughFrownBig FrownCryNeutralWinkKissRazzChicCoolAngryReally AngryConfusedQuestionThinkingPainShockYesNoLOLSillyBeautyLashesCuteShyBlushKissedIn LoveDroolGiggleSnickerHeh!SmirkWiltWeepIDKStruggleSide FrownDazedHypnotizedSweatEek!Roll EyesSarcasmDisdainSmugMoney MouthFoot in MouthShut MouthQuietShameBeat UpMeanEvil GrinGrit TeethShoutPissed OffReally PissedMad RazzDrunken RazzSickYawnSleepyDanceClapJumpHandshakeHigh FiveHug LeftHug RightKiss BlowKissingByeGo AwayCall MeOn the PhoneSecretMeetingWavingStopTime OutTalk to the HandLoserLyingDOH!Fingers CrossedWaitingSuspenseTremblePrayWorshipStarvingEatVictoryCurseAlienAngelClownCowboyCyclopsDevilDoctorFemale FighterMale FighterMohawkMusicNerdPartyPirateSkywalkerSnowmanSoldierVampireZombie KillerGhostSkeletonBunnyCatCat 2ChickChickenChicken 2CowCow 2DogDog 2DuckGoatHippoKoalaLionMonkeyMonkey 2MousePandaPigPig 2SheepSheep 2ReindeerSnailTigerTurtleBeerDrinkLiquorCoffeeCakePizzaWatermelonBowlPlateCanFemaleMaleHeartBroken HeartRoseDead RosePeaceYin YangUS FlagMoonStarSunCloudyRainThunderUmbrellaRainbowMusic NoteAirplaneCarIslandAnnouncebrbMailCellPhoneCameraFilmTVClockLampSearchCoinsComputerConsolePresentSoccerCloverPumpkinBombHammerKnifeHandcuffsPillPoopCigarette

  1. makin lama aku pandang makin gagah tampilannya sayang tak punya duit.

  2. amurillo

    Saya tidak peduli perfoma mesin, Ninja berpenampilan lebih cocok bila disebut motorsport. Kalo CBR mungkin jenis touring. Jadi tinggal kita mau pilih motor jenis apa?
    Saya tetap memilih Ninja karena suka motorsport bukan touring…gitu aja deh,