First Drive Chevrolet Trax LTZ 2017

First Drive Chevrolet Trax LTZ 2017

GIANYAR (DP) – Hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari oleh masyarakat umat Hindu di Pulau Bali, sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Peringatan Galungan membuat setiap sudut jalan di Bali menjadi lebih indah dengan dekorasi penjor baik di depan rumah warga maupun pura sebagai rumah ibadah.

Pemandangan tersebut Dapurpacu.com jumpai di Bali saat memenuhi ajakan dari PT General Motors (GM) Indonesia untuk menguji versi terbaru dari Chevrolet Trax, SUV kompak yang pada akhir Februari lalu diluncurkan di Indonesia.

Meski sebenarnya pembaruan pada Trax bersifat facelift, namun alasan banyaknya penyegaran pada produk ini menjadi dasar GM Indonesia menyebutnya sebagai “All-New” Trax. Masih dengan dua pilihan varian LT dan LTZ, Trax model 2017 dibanderol masing-masing dengan harga Rp 279 juta (LT) dan Rp 305 juta (LTZ).

Melihat pemaparan dari Chevrolet, memang signifikansi perubahan pada Trax baru ini cukup besar. Mulai dari eksterior, interior, teknologi, maupun fitur-fitur pendukungnya.

Jika melihat dari eksterior, wajah baru pada bagian depannya tampil sangat modern dan sedikit futuristik. Lampu utama berdesain kotak sebelumnya diganti dengan desain memanjang, semakin cantik dan canggih karena mendapat sentuhan strip DRL LED dan lampu proyektor halogen.

Ubahan eksterior hadir pula melalui desain pelek baru berdiameter 18 inci untuk varian LTZ yang kami coba, sementara bagian belakang tidak mendapat sentuhan ubahan kecuali grafis LED pada lampu belakang.

Masuk ke interior, kami disambut oleh jok semi bucket dengan paduan pelapis bahan kain dan kulit, yang juga memiliki corak baru. Sentuhan aksen Piano Black pada bagian tengah dasbor berdesain baru menambah kesan mewah interior SUV pesaing Honda HR-V, Nissan Juke dan Ford EcoSport ini.

Kami agak menyayangkan digantinya panel instrumen dengan paduan analog dan digital pada versi Trax sebelumnya, yang kini menampilkan speedometer dan tachometer analog dengan MID digital. Padahal, desain sebelumnya bisa senada dengan tampilan futuristik pada eksterior.

Saat mesin dinyalakan dengan menekan tombol Engine Start-Stop, kami masih merasakan ada kekurangan yang masih ada dari Trax lama, yaitu suara mesin yang cukup berisik terdengar dari kabin saat pedal gas ditekan sedikit, dalam kondisi diam.

Balutan bahan kulit pada lingkar setir membuat genggaman ke setir terasa nyaman dan lebih baik mencengkeram, seperti kami rasakan saat menguji Trax dengan rute perjalanan dari Gianyar menuju Gunung Batur.

Karena mesin Ecotec 1.4-liter turbo dan transmisi otomatis 6-speed Steptronic masih diandalkan dari versi sebelumnya, maka tidak ada perbedaan soal performa dari SUV dengan mesin paling garang di kelasnya, dengan tenaga 138 hp dan torsi 200 Nm. Dalam kondisi normal, tidak sulit untuk berakselerasi.

Mesin SUV produksi Korea Selatan ini cukup responsif saat diajak melaju cukup kencang di jalan raya Gianyar. Mesin sedikit harus dipaksa saat mengajak Trax menghadapi tanjakan, terlebih saat membutuhkan torsi instan dalam kondisi “stop and go”, karena turbo yang aktif di 1.800 rpm menciptakan gejala turbo lag di putaran rendah.

Tanjakan dan kelokan kami hadapi saat menanjak menuju lokasi makan siang ke Lakeview Hotel di bilangan Kintamani, Bangli. Dengan menjaga momentum torsi mesin, melahap tanjakan bersam Trax bukan hal merepotkan, bahkan tanpa harus mengoperasikan mode manual pada transmisi.

Suspensi MacPherson strut di depan dan Compound Crank di belakang, berpadu Electronic Power Steering menyajikan pengandalian cukup lincah saat mengajaknya meliuk di tikungan demi tikungan jalur pegunungan. Kami juga merasakan karakter suspensi dengan kadar redaman yang pas, sehingga selain stabil juga mendukung kenyamanan dari dalam kabin.

Setelah makan siang, menuju kembali ke Gianyar kami disajikan rute berliku berbeda saat menuruni Gunung Batur. Jalan menurun berikut rangkaian tikungan dengan sudut lebih sempit kembali membuktikan agilitas Trax di atas aspal. Meski ringan diputar, setir tetap mampu memberikan feeling terhadap permukaan jalan dan tingkat grip pada ban.

Sementara sistem infotainment berteknologi Chevrolet MyLink generasi terbaru semakin canggih tersedia pada layar sentuh 7 inci di dasbor. Teknologi ini memudahkan kami saat mengakses fitur hiburan saat menghubungkan smartphone Apple iPhone kami, berkat adanya Apple Carplay. Pengguna Android juga bisa memanfaatkan fungsi Android Auto yang tersedia.

Sayangnya, sesi test drive yang hanya berlangsung beberapa jam pada hari Rabu (5/4) lalu, membuat kami tidak bisa mengeksplorasi beberapa fitur pada Trax seperti Hill Start Assist dan Hill Descent Control.

Namun secara keseluruhan, Trax versi 2017 masih memiliki performa sporty seperti versi sebelumnya, yang kini didukung dengan penampilan lebih sporty dan dinamis. Fitur dan teknologinya juga temasuk yang terlengkap untuk SUV di segmennya. [dp/Whr]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR