Mobil Jarang Dipakai, Belum Tentu Sehat!

Mobil Jarang Dipakai, Belum Tentu Sehat!

BIRA (DP) – Banyak dari kalangan pemilik mobil yang mengatakan mobil yang jarang dipakai tak akan banyak masalah. Ternyata hal tersebut perlu dipertimbangkan kembali.

Pasalnya hal itu salah, karena ada beberapa komponen yang bisa rusak jika mobil jarang digunakan, ungkap Agit Prasetia, Kepala Teknisi diler Nissan Datsun Makassar, di Bira, Makassar, Rabu (22/03).

Memang ada beberapa komponen yang bisa rusak. Seperti kelistrikan dan ban yang berpontensi rusak, termasuk pula dengan berubahnya kualitas oli mesin bila tak terpakai.

“Kalau kita bicara baterai/aki, maka apabila jedanya sampai sebulan tak dipakai kapasitas tegangan baterai akan menurun. Lebih benarnya, aki tidak akan drop adalah salah satu kabel aki arus minus harus dicopot biar tidak drop,” tegasnya.

Dilepasnya kabel yang minus maka aki tidak menyuplai tenaga listrik ke ECM, kalau ECU kan semua sensor semuanya stand by makannya itu yang bikin habis aki.

Masalah lainnya adalah oli juga bisa mengendap kalau dalam kurun waqktu satu bulan mobil tidak pernah dipanaskan dan digunakan sama sekali. Sehingga terjadi oksidasi di ruang mesin dan membuat karat pada bagian metal yang saling bersentuhan.

Kerusakan lainnya terjadi pada ban yang akan berubah bentuk jika mobil jarang dipakai. Akibat terlalu lama menempel dengan dinding lantai dan tekanan hanya terjadi pada satu titik saja.

Hal tersebut akan merusak konstruksi bagian dinding ban, diperparah bila tekanan angin di ban sangat kurang dari ketentuan standar mengakibatkan dinding akan pecah-pecah. Hal inilah yang sangat membahayakan pengemudi ketika memacu kendaraan di kecepatan tinggi.

Menempatkan mobil di tempat terbuka terkena paparan sinar matahari dan dinginnya malam. Hal ini akan merusak lapisan pelindung cat membuat mobil jadi kusam. Jok yang bermaterial fabric juga akan bau apek serta berpotensi spot jamur.

Belum lagi usai dipakai perjalanan jauh bersama keluarga tak dibersihkan bagian dalamnya. Memungkinkan tertinggalnya remah-remahan sisa snack yang akan mendatangkan bakteri di dalam kabin serta serangga seperti semut dan kecoa. [dp/Res]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR