Datsun Risers Expedition 2 Sambangi Alam Eksotis Makassar

Datsun Risers Expedition 2 Sambangi Alam Eksotis Makassar

MAKASSAR (DP) – Etape terakhir Datsun Risers Expedition (DRE) 2 di Sulawesi Selatan resmi dimulai. Rute pertama yang ditempuh adalah Fort Rotterdam-Rammang-Rammang, Maros-Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Senin (20/03).

Bersama kawan media lain, Dapurpacu.com berada dibelakang kemudi Datsun Go untuk menuju Fort Rotterdam sebagai destinasi pertama.

Selain melihat benteng peninggalan Kerajaan Gowa dari abad ke-17 yang berdiri megah di pantai barat Makassar, kami juga diajak bertemu Zainal Beta pelukis tanah liat pertama di dunia dan mengikuti pelatihan melukis dengan tanah liat.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Rammang-Rammang, Maros, area Gugusan Pegunungan Kapur (karst) terbesar kedua di dunia. Berjarak sekitar 40 km arah utara Kota Makassar, menggunakan Datsun terasa sangat nyaman dengan berbagai medan yang dilalui.

Arti kata Rammang-Rammang sendiri berasal dari bahasa daerah setempat yaitu Bahasa Makassar, di mana kata rammang yang bisa diartikan sebagai awan atau kabut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arti kata rammang-rammang adalah sekumpulan awan atau kabut.

Sesampainya di Rammang-rammang rombongan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu kayu untuk menikmati pemandangan bukit batu yang eksotik.

Puas dengan pesona Rammang-rammang, rombongan kembali melanjutkan perjalanan untuk mengeksplorasi wilayah Makassar menuju Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang dijuluki sebagai “Kingdom of Butterflies” oleh naturalis asal Inggris, Alfred Russel Wallace, yang menjadi simbol keindahan Pulau Sulawesi.

Bantimurung menyodorkan beragam atraksi wisata menarik. Air terjun yang mengalir deras, aliran sungai dengan tepian berbatu yang diapit kokohnya tebing terjal dengan hawa yang sejuk.

Taman ini juga berlimpah aneka macam kupu-kupunya. Ini pulalah yang mendasari Bantimurung Bulusaraung mengembangkan penangkaran kupu-kupu yang diusung dalam konsep Taman Kupu-kupu.

Selain untuk kepentingan konservasi jenis, Taman Kupu-kupu ini berfungsi sebagai wahana pendidikan konservasi bagi masyarakat umum.

Rombongan kembali takjub saat menyelusuri keindahan aliran sungai hingga ke hulunya, di danau Kassi Kebo. Danau ini dikelilingi oleh tebing terjal dan dihiasi hamparan pasir putih di tepiannya. Danau ini lah yang menjadi habitat utama kupu-kupu Bantimurung.

Di dekat danau terdapat goa batu yang menyajikan juntaian stalagtit dan tonjolan stalagmit serta keindahan ornamen gua lainnya. Saat memasuki goa batu, kami bisa melihat secara langsung konon menjadi tempat sholat bagi raja Makassar untuk beribadah dan mendapatkan ketenangan. [dp/Res]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR