Honda CBR250RR Masih “Meraba” Lampaui Yamaha R25 Versi IRS

Honda CBR250RR Masih “Meraba” Lampaui Yamaha R25 Versi IRS

BOGOR (DP) – Dari sekian banyak tim, hanya ada dua pebalap yang berani menggeber Honda CBR250RR, untuk bertarung di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bertajuk IRS (Indospeed Race Series) kelas 250 cc pada seri pertama.

Dari keberanian dua pebalap tadi, bisa menakar kemampuan Honda CBR250RR standar yang bertarung melawan Yamaha R25 dengan spesifikasi sesuai regulasi IRS.

Honda CBR250RR yang digeber kedua pebalap, yakni Joseph Kevin (Bakso Sony Racing) dan Ahmad Marta (Vrooam Apitech Koso YSS AM 83), memang hanya mampu finis di urutan 12 pada race 1 dan posisi 11 pada race dua (Kevin). Sementara Ahmad Marta di race pertama finis ke 15 dan ke 14 pada race dua.

Namun, jika dilihat dari catatan waktu keseluruhan, pada race satu pebalap yang finis di urutan pertama yakni Wilman Hammar (Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin DID NGK Bahtera Racing Team) mencatatkan waktu 21:20.132. Sementara Kevin mencatatkan waktu 22:05.239, jika dihitung selisihnya dan dibagi lap yang dilalui, maka rata-rata Honda CBR250RR ketinggalan 3,7 detik.

Sementara pada race kedua, Rafid Topan (Yamaha IRC KYT Criempie Syafina Racing Team) yang finis pertama, mencatat waktu keseluruhan 21:15.058. Sedangkan pada race kedua, Kevin mencatat waktu keseluruhan 21:48.622, kalau dihitung maka selisih rata-rata Kevin tertinggal 2,7 detik.

Sementara Ahmad Marta, yang finis ke 15 pada race 1 mencatat waktu keseluruhan 22:22.414, atau ketinggalan 5,1 detik dari Wilman Hammer yang menempati posisi pertama. Sedangkan race kedua Ahmad Marta yang finis ke 14 dengan catatan waktu keseluruhan 22:13.907 ketinggalan 4,9 detik dari Rafid Topan pada race kedua meraih podium paling tinggi.

Dari data catatan waktu tersebut, kendati Honda CBR250RR standar masih kalah dibanding Yamaha R25 spesifikasi regulasi IRS 250 cc, tapi ada kemajuan dalam hal selisih catatan waktu.

“Padahal saya hanya mengubah settingan sokbreker belakang yang dibikin keras, kalau mesin sama sekali enggak diubah. Apa yang mau diubah kalau partnya saja kami tidak punya,” ungkap Ahmad Marta.

Sementara menurut Kevin, dia mengaku ada masalah pada sensor O2 di race pertama. Selain itu mesin juga cepat panas, makanya setelah race 1 motor dibetulkan oleh mekanik pada sensor O2 nya, sedangkan mesin yang cepat panas, masih terasa di race dua.

“Selebihnya mekanik hanya mengubah settingan sokbreker belakang, sok dibikin empuk. Oh iya, saya juga baru mencoba Honda CBR250RR ini hari Jumat, atau sehari sebelum race 1 dimulai,” terang Kevin. [dp/Hml]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR