Aral Melintang Proyek Pembangunan Jalan Trans Papua

Aral Melintang Proyek Pembangunan Jalan Trans Papua

JAKARTA (DP) – Pembangunan infrastruktur jalan dalam proyek Trans Papua mencakup Provinsi Papua dan Papua Barat, sampai saat ini masih dikebut pengerjaannya. Pembukaan jalan dengan total panjang 4.330,07 Km, bukan tanpa hambatan.  

Seperti diakui Gustav Sugiantoro SE Pranata, Humas Pertama Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa (14/03), bahwa hingga saat ini ada beberapa ruas jalan yang belum tersambung karena beberapa hambatan.

“Salah satu hambatannya adalah cuaca yang cukup ekstrim. Di mana, di sana bisa dengan tiba-tiba kondisi berubah menjadi gelap atau kabut tebal dan juga turun hujan, jadi pengerjaan bisa efektif sekitar 4 jam saja,” paparnya.

Selain cuaca ekstrim, lanjut Gustav, adalah soal pembebasan tanah adat. Selain prosedur panjang yang dilalui seperti melalui dewan adat, juga berkaitan dengan wilayah-wilayah konfik. Kondisi ekstrim dan wilayah konflik terjadi khususnya di wilayah Wamena-Mulia-Ilaga-Enarotali sepanjang 127,2 Km.

“Saat pengerjaan sampai saat ini sih tidak ada masalah, tapi pernah saat tim pusat berkunjung terjadi penyerangan,” terangnya.

Dari 4.330 Km proyek jalan Trans Papua, saat ini sudah terhubung sepanjang 3.850 Km dan ditargetkan pada 2018 sudah tersambung semua ruasnya. Sedangkan untuk jalan perbatasan, dari 1.068 Km jalan perbatasan, 884 Km di antaranya juga sudah terhubung, dan ditargetkan tahun depan keseluruhannya sudah rampung.

Target pemerintah melalui Kementerian PUPR dalam pembangunan jalan Trans Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) tidak semata menghubungkan antar kota/kabupaten untuk membuka keterisolasian. Lebih dari itu, membuka kesejahteraan masyaraakat dengan langkah membangun infrastruktur jalan agar bisa menurunkan angka kemahalan kebutuhan hidup. [dp/Res]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. pilamo meke
    15 March 2017

    Kualitas ruas jalan trans papua/papua barat tidak sesuai tarket, karena pemegang projek tersebut kerjanya terburu-buru dan asal kerja.

  2. CASMONO_71
    14 March 2017

    Memang harus didukung semua pihak……mirisnya, ada saja kelompok trtentu yg bikin hoax klo pemerintah gak peduli dg pembangunan d Papua