First Drive Chevrolet Trailblazer Facelift Bermain Offroad

First Drive Chevrolet Trailblazer Facelift Bermain Offroad

BOGOR (DP) – Dua pemain utama di kelas SUV 7 seater bermesin diesel, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, telah resmi kedatangan pesaing baru di Indonesia yang tidak kalah tangguh, yakni Chevrolet Trailblazer dengan segala pembaruan yang dibawanya.

Kami membuktikannya langsung saat menerima tantangan PT General Motors (GM) Indonesia bermain offroad bersama Trailblazer, yang sekaligus menjadi kali pertama Trailblazer versi facelift ini diuji oleh awak media di Indonesia.

Pengujian pada hari Rabu (22/2) itu sendiri terbilang cukup serius untuk membuktikan kebolehan Trailblazer, dengan menggunakan area Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat sebagai medan pembuktiannya. Mulai dari medan aspal rusak, jalan tanah, bebatuan dan sungai disajikan pada media drive ini.

Kesan pertama kami saat berada di dalam kabin SUV penerus dari Blazer yang pernah populer di awal millennium ini adalah ruang gerak yang cukup leluasa, berkat leganya headroom dan legroom di kabin depan. Jok yang besar dan posisi duduk yang tinggi pun membuat kami lebih percaya diri berada di balik kemudi.

Pada pengujian yang dimulai dari Palm Hill Golf Club Sentul, kemampuan mesin diesel Duratec VGT 2.5 liter milik Trailblazer langsung mendapat giliran dibuktikan untuk mendaki tanjakan curam. Tidak perlu usaha lebih ternyata untuk menaklukkannya, karena torsi mesin 440 Nm ternyata cukup padat di putaran rendah antara 1.500-2.500 rpm, sehingga cukup mempertahankan momentum tanpa perlu injak gas dalam-dalam.

Area pengujian berikutnya terbilang mirip karena kembali menantang tanjakan curam, namun kali ini di atas permukaan tanah lembab. Lagi-lagi, SUV bertransmisi otomatis 6-speed ini tetap mampu dengan mudahnya melahap tanjakan, di mana sekaligus dimanfaatkan menguji fitur Hill Start Assist yang menahan mobil tetap diam 3 detik setelah pedal rem dilepas saat berhenti di tanjakan.

Pada arah sebaliknya dalam tanjakan kedua ini, giliran Hill Descent Control yang diuji. Fitur khas SUV sejati ini mampu dengan baik menahan laju mobil di jalan menurun, bahkan saat permukaan linasan minim traksi seperti dalam pengujian. Bedanya, jika pada SUV lain fitur ini baru berfungsi saat transmisi otomatis berada di gigi 1 mode manual, milik Trailblazer bisa digunakan dalam posisi D.

Kemampuan suspensi milik Trailblazer pun kami rasakan saat menuju area berikutnya, dengan melaju cukup kencang di jalan aspal rusak dengan banyak lubang. Meski terus dihantam lubang bertubi-tubi, ayunan suspensi double wishbone independent di depan dan 5 link di belakang terasa lembut dan nyaman meminimalisir guncangan di kabin.

Tantangan berikutnya adalah melintasi sungai kecil yang tidak begitu dalam. SUV yang hanya berpenggerak dua roda ini tanpa kesulitan masuk dan keluar dari sungai dengan dasar bebatuan yang saat itu arusnya cukup deras.

Sistem kemudi mampu memberikan pengendalian cukup lincah, di mana meski terasa ringan untuk mobil sebesar ini, Trailblazer mampu dengan dengan mudah meliuk di arena slalom dan parkir. Aplikasi Electronic Power Steering selain meringankan putaran setir juga tetap memberi respons presisi.

Pengujian kali ini membuktikan bahwa Trailblazer cukup tangguh sebagai SUV untuk menantang medan offroad, meski tidak memiliki penggerak empat roda seperti Fortuner dan Pajero Sport. GM Indonesia pun mengaku yakin dengan Trailblazer, apalagi dibekali pula dengan banyaknya fitur baru.

Limpahan fitur yang diberikan Chevrolet seperti Forward Collision Alert, Lane Departure Warning, Rear Traffic Assist, Side Blind Zone Alert, Tire Pressure Monitoring, Valet Mode, serta Remote Start dan Remote AC. Seharusnya Trailblazer mampu kompetitif di pasar Indonesia. [dp/Whr]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR