Kenapa SSS Yamaha Bekerja Dalam Kurun Waktu 5 Detik?

Kenapa SSS Yamaha Bekerja Dalam Kurun Waktu 5 Detik?

JAKARTA (DP) – New Yamaha Fino Grande kini dilengkapi fitur baru Stop & Start System (SSS) serta Advance Key System (AKS). Fitur yang juga dimiliki produk Yamaha lainnya, seperti Mio M3, Soul GT dan Aerox 150 tipe S.

Khusus untuk fitur SSS sebetulnya bukan barang baru. Merek tetangga telah mengadopsi sistem serupa bernama Idling Stop System (ISS), yang akan mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti beberapa detik.

Fitur SSS di Yamaha baru bekerja saat motor diam selama 5 detik, sedangkan ISS Honda selama 3 detik. Keduanya mengklaim fitur ini bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih baik.

Ridwan Arifin, Service Departemen-Aftersales Division Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, pabrikan memberi toleransi kurun waktu 5 detik karena dianggap paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Hasil survei kami menunjukkan 5 detik paling cocok di Indonesia. Karena kalau terlalu cepat maka orang bakal sibuk. Baru berhenti sebentar mesin langsung mati, sementara stop and go tidak begitu,” katanya.

“Contohnya saat lampu merah, kalau terlalu cepat maka orang bakal sibuk.  Seperti saat zig-zag kalau terlalu cepat mati maka sibuk. Maka kami buat toleransi mesin mati selama 5 detik,” katanya.

Battery Live
Karena mesin sering mati-hidup fitur SSS tentu harus ditunjang dengan aki yang bagus. Ridwan mengatakan, Yamaha membuat sistem kerja aki lebih baik karena kebutuhannya dijaga oleh ECU.

“Kami bilangnya Battery Live, dimana CEU akan menganalisa kondisi baterai. Ketika aki kurang bagus dan butuh pengisisan maka SSS akan langsung tidak aktif. Begitu sebaliknya saat sudah bagus nyala lagi,” katanya.[dp/Gls]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR