Test Ride BMW R1200 GS Adventure: Tunaikan Panggilan Alam

Test Ride BMW R1200 GS Adventure: Tunaikan Panggilan Alam

BOGOR (DP) – Awalnya kami sempat ragu, namun atas panggilan alam BMW R1200 GS Adventure yang ada di garasi kantor, memang sepertinya menginginkan untuk bertandang ke habitatnya. Seperti perantau yang rindukan kampung halaman. 

Daerah perbukitan nan asri dengan sederet panorama alam menawan jadi tujuan kami, yakni kawasan Hambalang, Sentul, Bogor. Syukurnya, lokasi yang saat ini menjadi populer di kalangan crooser itu tidak jauh dari jangkauan.

Apalagi jalurnya cukup menawarkan sensasi bermain motor trail atau adventure di alam, terutama adanya Tanjakan Babeh yang lagi “ngehits.”

Fitur Unggulan Berkendara

Sebelum bercerita tentang kemampuan motor pintar dari Benua Biru itu, ada baiknya kita kenal lebih dulu dengan beberapa fitur unggulannya.

Motor bongsor menggendong mesin berkapasitas 1.170 cc menggunakan penggerak gardan (drive shaft), beserta teknologi berkendara lengkap. Ada lima pilihan riding berbeda, yakni Road, Dynamic, Rain, Enduro, dan Enduro Pro. Hanya saja untuk fitur Enduro Pro perlu dipasangkan perangkat tambahan bernama coding plug.

Suspensi canggih dengan kemampuan menyesuaikan tingkat pantul ke kondisi jalan lewat ESA (Electronic Suspension Assist). Di sini, BMW membaginya pada tiga level, soft, medium, dan hard.

Bahkan, ketiga level ini bisa disesuaikan lagi dengan bobot tampung (sendiri, boncengan, atau ada boks), dan pengaturannya tampil di menu meter cluster.

Merasakan Langsung

Sekarang, saatnya kami menceritakan sensasi ketangguhan motor berbobot 203 kg. Tidak sendiri, Dapurpacu.com sengaja mengajak Jack Maulana seorang expert enduro. Tujuan tersembunyinya, jika kami sudah mentok ya pria yang disapa Bang Jack itu lah bakal ambil alih, hehehe. Untungnya kami bisa lewati dengan baik.

Sebelum ke Hambalang, kami harus menempuh lalu lintas padat. Motor berdimensi panjang 2.255 mm, lebar 980 mm, tinggi 1450 mm, dan jarak jok ke tanah setinggi 890 mm, kami akui butuh kesigapan mumpuni di antara kemacetan.

Tapi begitu jalanan kosong, tuas gas ditarik efek badan seperti didorong begitu asik. Semakin seru terutama saat kondisi jalanan ramai lancar. Pengendalian bermanuver bisa sangat dinikmati.

Tiba di “tanah leluhurnya” segenap rintangan yang tidak ditawarkan jalan aspal terbentang hingga ujung pandangan.

Fitur pertama bekerja adalah traction control. Membantu kami melalui jalur semi off-road dengan ban on-road, tanpa kesulitan. Gejala slide di ban belakang mampu diminimalisir sehingga membantu mengkoreksi handling motor.

Selain itu, mode riding yang kami pilih saat tiba di Hambalang adalah enduro. Praktis, Electronic Control Unit (ECU) secara otomatis menyalurkan tenaga yang diperlukan untuk trek tanah. Begitu juga setelan suspensi, ada di level hard, guna membantu handling kala manuver di trek tidak rata.

Di sisi safety, aplikasi rem ABS juga sangat membantu pengendara ketika sedang melakukan pengereman. Sehingga gejala ban ‘ngesot’ karena terkunci bisa dihindari, apalagi di kondisi jalan tanah menurun.

Setelah kami puas, Jack Maulana yang dari tadi menuntun kami dari kejauhan tidak ketinggalan ikut penasaran dengan aura magis R1200 GS Adventure.

“Motor ini memang luar biasa, sangat cocok untuk dipakai para biker yang doyan menjelajah. Tak hanya di on-road, tapi motor ini juga sangat mumpuni menjelajah di off-road, ini motor pintar. Tinggal bikernya saja bisa atau tidak memakainya. Saya tertarik sama motor ini, tapi sayang harganya Rp 737 Rp 695 (off the road), hehehe…,” seloroh Jack. [dp/Hml]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR