Dakar 2017 Stage 10: “Petarung” Peugeot Berebut Tahta

Dakar 2017 Stage 10: “Petarung” Peugeot Berebut Tahta

 SAN JUAN (DP) – Perebutan klasemen Juara Dunia Dakar Rally 2017 kembali terjadi jelang dua stage, setelah berlangsung 10 Stage. Sebastian Loeb dan Stephane Peterhansel kini bertukar posisi kembali.

Peterhansel pada Stage 10 mampu melesat lebih cepat dari Loeb dengan selisih hingga 7:28 detik. Adapun Selective Section kali ini sejauh 449 km dengan total 751 km, Peterhansel finis pertama bukukan waktu 4 jam 47 menit, Loeb di posisi dua.

Total 10 Stage yang telah ditempuh sejak 4 Januari, Peterhansel bukukan waktu 24:58:43 detik. Adapun Loeb menempel tipis 5:50 detik. Posisi tiga masih Cyril Despres dengan tautan waktu 25:40 detik.

“Stage kali ini cukup direpotkan dengan navigasi melintasi bantaran sungai. Semuanya terlihat nyasar. Banyak motor putar balik dan ketika melihat saya mereka mengerem dan tabrakan dan jadinya harus berhenti karenanya,” buka Peterhansel.

“Saya melihat kakinya patah, tapi masih tersadar. Kita tetap di sana sekitar 15 menit lebih hingga datangnya tim medis helikopter. Kemudian sangat sulit untuk start lagi dengan kecepatan konstan. Sangat sulit hari ini. Tapi paling penting adalah insiden tabrakan dengan pemotor,” bebernya.

Adapun Loeb sedikit menyesalkan tergeser dari pucuk klasemen sementara Juara Dakar 2017. “Kita sempat nyasar tiga atau empat kali. Kita mengarah ke lembah kecil untung cepat disadari bukan rute seharusnya. Kita kehilangan waktu di beberapa tempat. Perlu kehati-hatian dan tak menyenangkan.”

“Pada beberapa lokasi memaksa melaju di atas medan yang tak cocok dengan jenis mobil ini. Tak mungkinlah dilewati. Kita masih berusaha dan apapun bisa terjadi. Kecuali Staphane alami kendala, bagaimanapun juga tak mudah, apalagi besok penuh jalanan off-road,” jelas Loeb.

Despres yang diam-diam mengincar posisi sangat optimis raih posisi bagus pada kejuaraan Dakar Rally 2017.

“Kita hanya terpaut 6 menit dari Loeb, tapi sepertinya dia ngotot untuk menang dan menunjukkan ketangkasannya. Memang sangat luar biasa. Kita memang sedikit mengendurkan kecepatan. Karena terkendala kesulitan udara masuk ke kabin, sehingga sangat panas mencapai 50°C, sehingga saya lebih melambat sedikit,” buka Despres. [dp/kch]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR