Kenaikan Pajak PPnBM 200% Turut Percepat “Ajal” Victory

Kenaikan Pajak PPnBM 200% Turut Percepat “Ajal” Victory

JAKARTA (DP) – Keputusan mengakhiri perjalanan brand sepeda motor besar Victory Motorcycle oleh induk usaha Polaris Industries, jelas menjadi pil pahit bagi PT Arya Motor Indonesia (AMI) selaku authorized distributor di Indonesia.

Penurunan performa penjualan Victory pada dua tahun terakhir di pasar global mengharuskan Polaries Industries berpikir ulang untuk menyambung nafas Victory.

Penurunan itu tidak lepas juga di pasar Indonesia. Kendati Denny Mulyono, President Director AMI mengatakan kalau penjualan Victory di Indonesia tidak terlalu buruk.

Namun tidak bisa dipungkiri, pelemahan ekonomi cukup memukul konsumennya. Apalagi, lanjut Denny kebijakan pemerintah di sektor otomotif terkadang tidak seperti yang diharapkan.

“Di Indonesia penjualan sebenarnya tidak jelek-jelek banget ya, karena memang keadaan ekonomi juga lagi kurang bagus. Tapi, itu diperparah dari¬†peraturan pemerintah banyak yang berubah-misalnya tarif pajak yang hampir 200% dari pada harga barang, itu bukan suatu yang baik,” keluhnya.

“Pada saat saya metting dealer di Amerika tahun lalu, mereka terkaget -kaget melihat pajak di Indonesia tinggi banget, sampai mereka bilang-sepertinya di Indonesia paling tinggi ya di dunia.”

Bahkan cerita Benny, ia sendiri sempat dihubungi sama calon konsumen yang mengatakan kenapa harga mahal sekali dibanding banderol yang ada di Amerika.

“Ya saya mau tidak mau harus jelaskan semuanya kalau ada pajak pemerintah dan lain sebaginya,” keluh Denny.¬†[dp/Ric]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. Tuer
    11 January 2017

    Terlalu… Negeri jiran aj moge jauh lebih murah dah gitu dapat fasilitas masuk tol. Lah kita..moge buat pajangan aj pajaknya selangit.