2017, BMW Indonesia Fokus Pada Segmen Ceruk dan Hybrid

2017, BMW Indonesia Fokus Pada Segmen Ceruk dan Hybrid

JAKARTA (DP) – 2016 telah menjadi tahun yang cukup menggembirakan bagi BMW Group Indonesia, di mana salah satunya mengalami pertumbuhan signifikan pada penjualan model SUV. Menghadapi 2017, BMW akan coba memperkuat pada segmen lain yang cukup niche (ceruk) selama ini.

Secara terbuka, BMW Indonesia mengaku akan lebih menekankan pemasarannya pada segmen high-end luxury yang diwakili model sedan flagship Seri 7, serta pada segmen sport melalui jajaran Seri M.

Momentum bagus dari peningkatan pesar penjualan Seri 7 selama 2016 akan dimanfaatkan BMW untuk semakin gencar promosikan sedan mewah yang sarat akan teknologi canggih tersebut.

“Untuk selama tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015, kesuksesan yang dicapai BMW itu adalah dalam segi pertumbuhan segmen sedan luxury. Jadi untuk BMW Seri 7 penjualannya meningkat hampir 4 kali lipat di tahun 2016,” kata Jodie O’tania, Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia.

“Jadi itu yang menjadi prestasi BMW di 2016, meski kondisi perekonomian yang kurang stabil dan kemudian banyak sekali regulasi yang berubah di tahun 2016, tapi BMW tetap sukses mencapai pertumbuhan dalam segmen kendaraan high-end luxury sedan.”

Kehadiran generasi terbaru dari Seri 7 pada akhir 2015, sukses membawa peningkatan penjualan pada 2016, karena diakui Jodie sudah banyak konsumen Indonesia yang menantikan Seri 7.

Terkait Seri M, setelah meluncurkan dua model baru yakni M2 Coupe dan M4 GTS tahun lalu, untuk tahun ini BMW juga akan lebih tonjolkan jajaran produk dari sub brand yang identik dengan performa dan kecepatan itu.

Satu model baru Seri M bahkan akan kembali diperkenalkan di Indonesia untuk tahun 2017 ini, di antara lebih dari lima model yang akan diluncurkan BMW tahun ini. Padahal jika melihat katalog global BMW M, semua model sudah hadir di Indonesia.

Harapan Regulasi Hybrid

Salah satu yang diharapkan BMW tahun ini adalah agar pengkajian regulasi pemerintah untuk kendaraan hybrid bisa segera difinalisasi. Pasalnya, BMW ingin agar bisa lebih mudah dalam menawarkan produk berteknologi hybrid yang pada tahun lalu diperkenalkan.

Bersamaan dengan GIIAS 2016, BMW menggebrak dengan meluncurkan i8, sportscar hybrid yang disebut paling progresif. Pada kesempatan sama, BMW juga pamerkan X5 xDrive40e plug-in hybrid yang diharapkan juga bisa segera ditawarkan ke konsumen dengan harga menarik secepatnya, menyusul i8.

“Regulasi itu pasti berkaitan pada saat kita ingin melakukan sesuatu kan kita harus tahu dasarnya, landasannya, semua sudah dilakukan secara benar atau belum, dan selain itu pun dari regulasi tersebut yang kita harapkan adalah bisa mendapatkan insentif yang sesuai,” jelas Jodie.

“Karena untuk kendaraan hybrid, listrik, pasti harganya di atas dari kendaraan reguler, jadi kita menginginkan adanya insentif yang bisa memudahkan konsumen.”

Konsumen pun diakui sangat antusias menyambut kehadiran i8. Untuk memperlancar ‘urusan’ hyrbid ini, BMW telah menggandeng Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dalam mengejar finalisasi pengkajian regulasi kendaraan hybrid yang diharapkan dapat mempermudah penyediaan infrastruktur pendukung.

“Selama ini dukungan dari Kementerian Perindustrian sudah sangat positif dan kita juga sudah merencanakan beragam kegiatan untuk sosialisasikan megnenai hal ini, tapi kapan finalnya saya belum tahu,” lanjut Jodie. [dp/Whr]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR