Teknik Sipil ITB: Tidak Serta Jalan Beton Bikin Ban Cepat Aus

Teknik Sipil ITB: Tidak Serta Jalan Beton Bikin Ban Cepat Aus

JAKARTA (DP) – Selain produsen ban, Dapurpacu.com juga mencoba mencari jawaban terhadap persoalan mana yang lebih cepat membuat ban kendaraan aus, saat melintasi jalan aspal atau jenis beton, kepada salah satu pakar dari Kelompok Riset Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil ITB.

Adalah Ir. Harmein Rahman, menegaskan tidak bisa serta merta memvonis jalan dengan jenis mana yang paling cepat membuat ban kendaraan aus. Harmein pun mencoba menguraikannya secara teoritis, berikut penjelasannya.

“Ban itu kan membutuhkan grip atau daya cengkram. Grip terjadi antara ban atau bahan karet atau tekstur, kalau grip terlalu kasar maka akan membuat ban menjadi cepat aus. Tetapi, kita membutuhkan grip untuk melakukan akselesari, menikung, tergantung mana yang membuat ban lebih cepat aus,” paparnya, Selasa (10/01).

Kalau perkerasan kaku (thread/grip) itu, dibuat setelah pengecoran dengan adanya garutan, agar ban bisa mencengkram jalan. Apabila guratan dibuat sedemikian tajam, maka akan cepat memakan permukaan ban, tetapi kalau guratannya dibuat halus maka sama untuk tingkat keausannya dengan perkerasan lentur.

“Dengan begitu, saya kurang setuju kalau jalan jenis beton membuat ban lebih cepat aus dibandingkan ban yang melewati jenis aspal,” terangnya.

Bukan Keausan tapi Efek Vibrasi

Sebenarnya ada aspek lain yang mempengaruhi di saat melewati jalan beton, dan itu sama sekali tidak mempengaruhi keausan ban.

“Jadi tidak benar jalan beton membuat ban cepat aus, tetapi kalau vibrasi itu betul, karena perkerasan kaku menghasilkan vibrasi yang lebih tinggi dibandingkan perkerasan lentur,” paparnya.

Vibrasi itu macam-macam, tambah Harmein, tapi kalau otomotif itu hubungannya antara mur dan baut, jadi perkerasan kaku bisa menyebabkan tingkat kelonggaran mur dan baut, pengaruh ke kaki-kaki mobil, lebih berpengaruh ke arah situ.

“Makanya untuk menghilangkan vibrasi yang ada di jalan beton maka sering di jalan beton suka diselingi dengan aspal tipis untuk menghilangkan vibrasi yang ada,” tegas Harmein.

Sekali lagi masalahnya adalah di kualitas dan umur dari ban yang digunakan oleh para pengendara apakah masih baik atau tidak. [dp/Res]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR