Kasus Dugaan Kartel: Investigator KPPU Bantah Tuduhan Yamaha

Kasus Dugaan Kartel: Investigator KPPU Bantah Tuduhan Yamaha

JAKARTA (DP) – Seusai sidang lanjutan kasus dugaan kartel dalam industri sepeda motor jenis skuter matik (skutik) 110-125 cc di Indonesia, hari ini, Senin (9/1). Tim Investigator Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) langsung menyanggah bahwa mereka tidak melakukan prosedural saat melakukan penggeledahan ke kantor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, sebagai Terlapor I, di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Menurut Helmi Nurjamil, anggota tim investigator KPPU saat ditemui seusai sidang pemeriksaan bahwa, “Setiap melakukan penyelidikan lapangan, pihak kami pastinya dilengkapi surat tugas.”

Selain itu, seperti diceritakan Helmi, petugas investigator sudah mengikuti mekanisme yang ada di kantor Yamaha dengan melapor ke pihak keamanan, dan mengisi buku tamu bahkan menitipkan kartu indentitas tim investigator.

“Jadi kita sudah melalui mekanisme dan memang kita dilengkapi surat tugas dan itu bagian dari proses pemeriksaan bukti-bukti,” katanya. “Proses pemeriksaan bukti-bukti tidak perlu ada pemberitahuan, karena mekanismenya bukan seperti kepolisian.”

“Penyelidikan lapangan tidak perlu ada pemberitahuan, kecuali pemberitahuan untuk persidangan. Itu perbedaannya kita dengan pihak kepolisian,” tegas Helmi.

Seperti diketahui, saat sidang di ruang pemeriksaan KPPU di Jl. Ir H Juanda No.36, Jakarta Pusat, pada hari yang sama. Yamaha mengungkapkan, bahwa tim investigator KPPU saat melakukan penggeledahan tidak membawa surat pemberitahuan secara resmi dari pengadilan, ataupun pemberitahuan kepada Yamaha.

Sehingga aku pihak Yamaha, bahwa KPPU telah melaporkan data yang tidak valid. [dp/Res]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR