BBM Naik, Petinggi Yamaha dan Suzuki Angkat Bicara Harga Motor

BBM Naik, Petinggi Yamaha dan Suzuki Angkat Bicara Harga Motor

JAKARTA (DP)–Awal tahun 2017 Pemerintah Indonesia memberikan kejutan terbaru yakni harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baru naik Rp 300/liter, lalu tarif baru biaya administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Pengurusan surat kendaraan STNK untuk roda 2 atau 3 dari semula Rp 30.000 menjadi Rp 60.000. Sementara kendaraan roda 4 atau lebih dari semula Rp 50.000 menjadi Rp 100.000. Biaya BPKB untuk kendaraan bermotor roda dua baru dan ganti kepemilikan yang sebelumnya Rp 80.000 menjadi Rp 225.000. Sedangkan kendaraan bermotor roda 4 atau lebih naik tiga kali lipat lebih dari sebelumnya Rp 100.000 menjadi Rp 375.000.

Dampak dari kenaikan biaya administrasi dan pengurusan BPKB baru tersebut juga akan berdampak pada kenaikan harga sepeda motor di Indonesia.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W, berencana akan menaikan harga sepeda motor Suzuki. Hal itu dikatakan oleh Yohan Yahya, selaku Dept. Head Marketing & Sales 2W, PT SIS.

“Dampak terhadap kenaikan harga motor pasti ada, pengaruhnya ada dua, pertama pengaruh kenaikan non pajak dan pajaknya itu sendiri. Kenaikan non pajak sekitar Rp 250 ribu, kenaikan sekitar 5-15%. Kenaikan non pajak itu adalah untuk motor baru dan pada saat daftar ulang. Untuk motor lama ada beberapa yang kena tarif baru,” urai Yohan, saat dihubungi Sabtu, (7/1).

Begitu juga dengan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), yang berencana akan menaikan harga sepeda motor. YIMM sendiri sampai saat ini sedang merumuskan besaran kenaikan harga sepeda motor Yamaha.

“Pengaruh terhadap kenaikan harga motor Yamaha pasti ada, tapi tidak terlalu besar. Kalau untuk roda dua dari 4 poin regulasi baru, di bawah Rp 300 ribu,” ujar Muhammad Abidin, selaku General Manager After Sales and Motorsport YIMM.[dp/Ric]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR