Harga BBM Naik, Ojek Online Hingga Pengelola Pasar ‘Ngedumel’

Harga BBM Naik, Ojek Online Hingga Pengelola Pasar ‘Ngedumel’

JAKARTA (DP) — Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 5 Januari lalu, dengan alasan menyesuaikan kondisi harga minyak mentah dunia. Ini berlaku untuk jenis Pertamax series, Pertalite, dan Dexlite, masing-masing naik Rp 300 per liter. Sebulan lalu, Pertamina juga sudah menaikkan harga ketiga jenis bbm itu sebesar Rp 150 per liter.

Penyesuaian harga sejumlah jenis bbm oleh Pertamina tersebut, sejatinya tidak terlalu memberatkan konsumen. Tapi sayangnya, kondisi tersebut diperparah beberapa kenaikan tarif lain, seperti listrik, serta pengurusan STNK dan BPKB. Sehingga itu terasa berat.

Seperti dikeluhkan Tri Yanto, pengendara ojek online yang kami temui, “Sebenarnya sih enggak begitu pengaruh, tapi kesal aja. Kalau naik begini kan ketika isi bensin volume bensin yang diisi ke tangki jadi lebih sedikit. Maksudnya, misalnya saya biasa beli bensin RP 20 ribu dapat 3 liter, sekarang jadi kurang dari tiga liter,” gerutu

Pria yang sebelumnya menggeluti dunia air brush ini menambahkan, “Masih untung sih bukan Premium yang naik, jadi harga bahan pokok enggak ikut naik.”

Berbeda dengan Agus Sunardi, Ketua Umum Yamaha Byson Bekasi Club yang bekerja sebagai pengelola pasar di bilangan Jakarta Selatan ini mengungkapkan, justru dengan adanya kenaikan BBM ini harga-harga kebutuhan lainnya ikut naik juga (sesui pantauan sumber).

“Naiknya harga BBM ini menyebalkan, tidak ada isu tiba-tiba naik saja harganya. Tidak peduli Premium tidak naik, tapi buktinya harga kebutuhan pokok yang lainnya juga ikut naik,” aku Agus.

Selain itu, tambahnya, waktunya juga tidak tepat, apalagi sekarang biaya adminstrasi STNK juga naik, harga tarif listrik juga naik. “Tapi kami cuma bisa ‘negdumel’ karena mau bagaimana, karena BBM juga penting buat kami.” [dp/Hml]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR