Reaksi Klub Motor Atas Kenaikan Tarif Pengurusan STNK dan BPKB

Reaksi Klub Motor Atas Kenaikan Tarif Pengurusan STNK dan BPKB

JAKARTA (DP) – Pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku per 6 Januari kemarin, di dalamnya mengatur kenaikan biaya administrasi STNK dan BPKB, menuai reaksi dari para anggota klub motor.

“Saya sih berfikir positif saja, mereka yang memutuskan PP itu rasanya punya alasan yang tepat. Karena nantinya akan dialokasi untuk kepentingan publik. Selain itu, semoga pihak terkait lebih jujur dan peduli, juga memperhatikan fasilitas dari segi keselamatan pengendara,” ungkap Weki Ardi, Kepala Divisi Safety Riding Yamaha V-Ixion Club Indonesia.

Dengan berlakunya peraturan tersebut, Weki berharap layanan seperti pembayaran pajak kendaraan yang saat ini menurutnya sudah baik, harus lebih ditingkatkan. Terlebih sosialisasi tentang pembayaran pajak kendaraan secara online.

Sementara bagi Agus Sunardi, Ketua Umum Yamaha Byson Bekasi, kenaikan biaya administrasi STNK dan BPKB dianggap wajar. Karena sejak tahun 2010 tidak pernah naik.

“Cuma kalau bisa sih ya naiknya jangan terlalu besar dong, dan waktunya tidak bersamaan dengan kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik,” keluhnya.

Lebih lanjut, pria akrab dipanggil Geboy itu mengatakan, kenaikan biaya admistrasi itu harus dibarengi dengan penambahan fasilitas layanan.

“Saya belum tahu nih dengan adanya kenaikan ini fasilitas apa lagi yang akan ditambah. Karena selama ini fasilitas pembayaran dan pengurusan STNK sudah cukup baik. Tapi kalau bisa sih oulet pembayaran pajak harus ditambah, untuk lebih memudahkan masyarakat.” [dp/Hml]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR