Alternatif Li-ion, Swatch Ikut Bikin Baterai Kendaraan Listrik

Alternatif Li-ion, Swatch Ikut Bikin Baterai Kendaraan Listrik

ZURICH (DP) – Swatch melakukan diversifikasi usaha dengan mengembangkan baterai canggih untuk kendaraan listrik. Tapi Swatch tidak melakukannya sendiri, melainkan dengan membeli saham perusahaan Belenos Clean Power.

Baterai tersebut akan diberi nama Vanadium. Elemen yang digunakan diklaim lebih baik dari lithium-ion (Li-ion). Baterai dikatakan lebih cepat diisi ulang dan mempunyai kapasitas penyimpanan lebih banyak.

“Baterai bisa mengisi dua kali lebih cepat dan berat kurang sepertiga dari baterai Panasonic saat digunakan oleh Tesla,” ujar Nick Hayek selaku Chief Executive Swatch Group.

Salah satu alasan merek jam terkenal Swiss ini mengembangkan baterai kendaraan listrik, tidak lepas dari skandal dieselgate Volkswagen (VW) yang membuka mata bahwa diesel bukan ‘jalan keluar’ kendaraan hijau.

“Saya tidak senang tentang apa yang terjadi dengan VW, tetapi memicu minat dalam diri kita, karena diesel tidak alternatif lagi,” kata Hayek. “Industri mobil perlu elektro-mobilitas lebih dari sebelumnya,” katanya.

Swatch akan mulai memproduksi Vanadium di fasilitas produksi baterai Renata pada Juni. Sementara perusahaan melakukan percobaan, produksi akan dibatasi sebanyak 200 unit per hari dalam berbagai ukuran. [dp/Gls]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR