Video Test Ride Honda Supra GTR150R Ke Air Terjun Kaliawi

JAKARTA (DP) — Sosok bebek sport Honda Supra GTR150R sejak pertama kali dirilis, digadang memiliki performa mumpuni tidak saja di on-road tapi juga jalan berat. Penasaran dengan itu, Dapurpacu.com berkesempatan menjajalnya secara total sepanjang 600 km dari Jakarta-Lampung-Jakarta.

Tentu tidak saja jalan aspal yang kami lalui, jalur semi off-road tak lepas dari uji coba “riding experience” kami terhadap klaim keunggulan Supra GTR150R.

Perjalanan kami mulai dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak, Banten. Sebagian besar jalur dilalui masih menyuguhkan hamparan aspal mulus, namun memasuki wilayah Tangerang kondisi lalu lintas padat, untungnya bodi ramping Supra GTR150R mudah dikendalikan.

Torsi berlimpah dari mesin 150 cc DOHC sangat membantu kala lalu lintas padat (stop and go), tangan pun tidak mudah capai karena tidak perlu memelintir gas lebih dalam. hanya memainkan kopling dan kendati kami berboncengan.

Setelah menepi ke Pelabuhan Bakauhuni, Supra GTR150R langsung menyapa jalan aspal lintas Sumatera Bakauheni-Bandar Lampung.

Target kedua kami mencicipi kenyamanan suspensi, sehingga diputuskan masuk ke Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Tak pelak, kondisi jalan berlubang dan bebatuan sepanjang 10 km, tepat menguji suspensi depan telescopic dan belakang tunggal convensional, dan hasilnya tetap nyaman dan empuk.

Penasaran kami tidak berhenti di situ. Hari berikutnya, Senin (12/12), sosok penantang Yamaha Jupiter MX-King tersebut diajak berwisata ke Curug (air terjun) Kaliawi yang letaknya di kaki Gunung Pesawaran, Lampung.

Menuju ke curug tidaklah gampang, selain harus melewati jalan bebatuan dan menanjak, kami juga harus mencicipi jalur tanah yang menjadi habitatnya motor trail.

Selain keahlian berkendara, penguji yang memiliki tinggi 160 cm tentu harus ekstra hati-hati dan fokus. Pasalnya, lebar jalan hanya 80 cm dengan sisi kanan jurang, terlebih medannya adalah tanah merah yang licin.

Sepeda motor berdimensi panjang 2.025mm, lebar 725 mm, dan tinggi 1.102 mm itu masih terbilang stabil. Tanjakan dengan sudut kemiringan 60 derajat bisa dilewati dengan baik. Kendati masih mengaplikasikan ban standard IRC tipe NF66 90/80-17 (depan), dan IRC tipe NR83 120/70-17 (belakang).

Kesimpulan:
Bermodal mesin 150 cc, Honda Supra GTR150R masih nyaman untuk riding jarak jauh dan dibejek di atas jalan bukan aspal.

Namun, jika ingin mendapatkan cengkraman maksimal di ban, sebaiknya aplikasikan ‘ban tahu’ atau semi off-road. Tinggi badan penguji yang hanya 160 cm tidak terasa kesusahan dengan tinggi motor 1.102 mm, karena posisi duduk tidak terlalu nunduk dan tidak terlalu tegak.

Kenyamanan lain yang ditawarkan, handling mudah dikendalikan serta ditunjang suspensi dan jok empuk, sehingga meski melintasi jalur berlubang atau bergelombang, badan tidak mudah pegal atau lelah.

Honda Supra GTR150R dijual Rp 21,3 juta untuk pilihan warna Spartan Red dan Cruiser White. Sedangkan untuk pilihan warna eksklusif, Grande Blue dan Exclusive Gun Black dibanderol Rp 21,5 juta. [dp/Ric]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR