Tak Bisa Dilarang, Bising Telolet Masih Di Bawah 118 Desibel

Tak Bisa Dilarang, Bising Telolet Masih Di Bawah 118 Desibel

JAKARTA (DP) – Adanya sinyal larangan klakson ‘Telolet’ dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapat tanggapan dari pada perusahaan Otobus (PO).

Direktur Utama PO Scorpion Holidays (ScH), Firman Fathul Rochman yang dihubungi via telepon, Kamis (22/12) mengatakan klakson merupakan sarana komunikasi antara bus dan kendaraan lainnya.

“Suara indah dengan nada telolet itu tidak menyimpang dari aturan, karena nada suara juga tidak dibatasi atau diatur dengan suara standar tertentu,” paparnya.

Selama ini kan yang diatur adalah kekerasan atau kekencangan suara yakni maksimum 118 desibel. Sedangkan suara telolet masih di bawah ambang batas.

Etika dan norma itu sesuai dengan pasal 7 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tahun 1993 tentang prasarana dan lalu-lintas jalan.

Di ayat 1 disebutkan penggunaan klakson bisa dilakukan untuk keselamatan kendaraan dan untuk isyarat saat akan melewati kendaraan lain.

Pada Ayat 2 disebutkan, klakson dilarang digunakan di tempat-tempat tertentu yang dinyatakan dengan rambu-rambu. Selain itu, klakson dilarang jika mengeluarkan suara yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis dan kelaikan jalan kendaraan bermotor.

Sementara, di pasal 74 PP nomor 44 tahun 1993, dinyatakan klakson harus bisa mengeluarkan bunyi yang bisa didengar dalam keadaan bisa hingga 60 meter.[dp/Res]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR