Klarifikasi YVC-I N Malang Atas Tuduhan Arogansi Klub V-ixion

Klarifikasi YVC-I N Malang Atas Tuduhan Arogansi Klub V-ixion

JAKARTA (DP) — Sebelumnya, berdasarkan informasi yang kami dapat dari ketua NVL Malang, Lian Sebastian, pihak YVC-I N chapter Malang meminta NVL Malang dibubarkan, dengan alasan yang menurut Lian tidak masuk akal dan bahkan diikuti aksi yang dianggap arogan. Baca Arogansi Antar Klub Yamaha V-ixion Malang

Guna mencari apa yang sebenarnya terjadi, dapurpacu.com pun mencoba meminta klarifikasi dari pihak YVC-I N chapter Malang, yang diwakili Dion Raflessia register#060 selaku Bendahara YVC-I N.

Menurut Dion, tidak ada arogansi seperti yang dituduhkan pihak NVL Malang atas apa yang sudah dilakukan oleh YVC-I N Chapter Malang. Selama ini, YVC-I N chapter Malang hanya menagih kesepakatan bersama yang sudah ditanda tangani hitam di atas putih yang bermaterai tiga tahun lalu.

Dion pun mencoba menjabarkan kronologi kesepakatan tiga tahun silam dengan pihak NVL Malang, kepada kami, Kamis (08/12).

Diceritakan, tiga tahun lalu pihak YVC-I N chapter Malang sudah ada kesepakatan hitam di atas putih bermaterai yang berisi tidak ingin berdirinya klub Yamaha V-ixion selain YVCI di Malang.

Alasannya, “Sudah ada satu induk Yamaha V-ixion, tapi kenapa harus ada klub lain, visi-misi kita sama, biar gampang kita untuk koordinasinya. Akhirnya waktu itu sesuai kesepakatan bersama, mereka (NVL Malang) menyatakan tidak mendirikan klub NVL,” terang Dion.

“Waktu itu, kami (YVC-I N chapter Malang) sudah lakukan secara damai. Saat mereka mendirikan NVL Kota Wisata Batu (KWB), kami tidak konflik sama sekali bahkan kami saling support dan lain-lain.”

Dalam perjalanannya, lanjut Dion, pertengahan tahun ini tepatnya Juli 2016, Lian (kini sebagai ketua NVL Malang) saat itu mengundurkan diri dari NVL KWB, dan kemudian ingin mendirikan NVL Malang saat ini.

“Nah, padahalkan sebelumnya sudah ada perjanjian disepakati bersama kalau tidak ada lagi nama klub NVL di Malang. Sehingga, konflik pun tumbuh lagi semenjak langkah Lian yang kemudian mendirikan NVL Malang setelah keluar dari KWB,” urainya.

“Akhirnya, kami tegur karena sebelumnya sudah ada hitam di atas putih bermaterai. Kami sudah ajak bicara baik-baik, kita ingatkan lagi, supaya tidak ada konflik sesuai dengan kesepakatan.”

Dua bulan lalu, pihak YVC-I N chapter Malang pun sudah mencoba untuk melakukan mediasi, sebagai langkah penagihan janji atas kesepakatan yang lalu. Artinya, tegas Dion, YVC-I N chapter Malang sama sekali tidak mengambil langkah arogan.

“Seandainya seperti yang dituduhkan, mungkin sudah ada yang namanya perkelahian, tapi kami tidak mau seperti itu, karena niat kami baik.”

Kemudian, pada Rabu malam (07/12) lalu, diakui Dion, pihaknya mendatangi kawan-kawan NVL Malang untuk menagih janjinya lagi atas kesepakatan yang sudah disepakati tiga tahun lalu.

“Tapi mereka tidak punya pendirian yang jelas. Jadi kami tetap kekeh pada pendirian, bahwa tidak setuju adanya nama klub NVL di Malang,” lanjutnya.

Akhirnya, saat itu, terang Dion karena tidak adanya kesepahaman dan perwakilan bicara dari mereka (NVL Malang) adalah anggota baru yang mungkin tidak tahu-menahu runtutan kejadiannya, dan tidak bisa menjelaskan secara detail, sehingga membuat kami emosi. “Tapi, tidak sampai terjadi perkelahian hanya sebatas adu mulut,” tegasnya.

Pada dasarnya, Dion hanya menyesalkan ketidakkonsistenan pihak NVL Malang setelah adanya kesepakatan bersama.

“Saya tegaskan lagi, YVC-I N Chapter Malang dengan NVL KWB tidak ada konflik sedikitpun, saya berani bertanggung jawab. Konflik itu ada setelah Lian mengundurkan diri NVL KWB. Maaf bukan kami bangga dengan klub besar, kalau memang mau mendirikan klub V-ixion lagi kenapa tidak komunikasi dulu dengan kami (YVC-I N), kalau ada komunikasi istilahnya tamu itu mohon ijin masuk ke rumah orang kan tuan rumahnya menyambutnya juga enak. Mereka tidak pernah datang kepada kami, justru malah seperti main petak umpet,” terang Dion. [dp/Ric]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. xxxx
    22 January 2017

    Anda kocak sekali bung apa dulu sekolah anda tidak ada pelajaran PPKn ? apa Anda tidak pernah membaca buku undang-undang? hahahahaha anda hebat bung. setahu saya kalau di indonesia itu bebas berorganisasi ya?

  2. Bogang
    16 December 2016

    Negara sudah mengatur kalo setiap individu atau golongan memiliki hak untuk berorganisai. Kenapa ada koelompok yang ingin berorganisai harus ijin lebih dahulu kepada organisasi yg lain……????? Dan kenapa harus ada kesepakatan yang berbunyi “Tidak ingin berdinya club Yamaha Vixion di malang selain YVC-I” sama saja club anda memaksakan kehendak terhadap orang lain, secara tidak langsung anda sudah mengekang kebebasan sesorang. Itu merupakan pelanggaran terhadap UUD 1945. Kalo bicara soal untuk memudahkan koordinasi saya rasa setiap club punya administrasi sendiri” jikalau terjadi hal yang buruk sekalipun masyarakat atau pihak kepolisian tinggal catat plat nomor kendaraanya dan pihak kepolisian bisa klarifikasikan pada masing” club lewat ketuanya. Pada intinya klarifikasi diatas hanya sebuah pembelan diri yang dipaksakan dan sangat konyol.

  3. xXx-Vixion
    10 December 2016

    Apapun bentuknya komunitas atau klub motor, baik hitam di atas putih, kayanya itu terlalu memaksakan kehendak, dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila pun sudah ditetapkan pada sila ke 3, yaitu Persatuan dan Kesatuan. Buat apa klo ada hitam dan putih, bahwa pihak Anda mengatakan tidak boleh ada berdiri NVL ataupun komunitas lain selain pihak yang sudah ada terdahulu. Berarti itu adalah aturan Anda sendiri yang dibikin. Bukan berdasarkan aturan Bangsa ini. Mohon Anda-Anda semua belajar lagi cara berorganisasi dan bermasyarakat. Bagaimana kita menciptakan persatuan dan kesatuan Bangsa ini menjadi solid.

    Bagaimana kita semua bisa menjadi solid, kalau seperti ini. Mohon maaf, bagi saya, perjanjian itu sama sekali tidak punya dasar hukum walaupun bertanda tangan di atas materai. Ini yang banyak menjadi salah kaprah terhadap ketetapan hukum suatu perjanjian. Mohon kepada pihak penegak hukum juga bisa menelaah lagi, mana yang berdasarkan hukum yang tetap tanpa mengindahkan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, karena dari sana lah sumber hukum Negara ini berasal dan dibuat untuk kenyamanan dan keamanan bersama sehingga menjadi sebuah Negara Indonesia yang bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

    Ingat… Ingat.. Kalo Indonesia hanya memandang cuma satu suku saja, tidak akan bertahan sampai sekarang. Karena Indonesia ini berdiri atas banyak suku, ras, dan agama.

  4. Mamang
    10 December 2016

    Lu pada tuh arogan, udah jadi rahasia umum kok.

  5. Buryam
    10 December 2016

    Jadi maksudnya pertayaan di akhir itu kalo mau diriin club/komunitas motor vixion harus ijin ama lu gitu? Kocak sekali

  6. Pertamax plus
    9 December 2016

    Apa kabar yvci chapter batu? Apa kabar juga lion malang yg isi nya motor campuran hehe artikan sendiri gan

  7. Abaikan
    9 December 2016

    Yaa tingal bikin club pke nama lain aja simple.. Bikin organisasi gk perlu ijin organisasi lain.. Ijin notaris pa polisi itu yg penting. Biar berbadan hukum. Mana ada bikin partai ijin partai lain. Mocone marai ngakak gulung gulung