Petinggi AHM Komitmen Antarkan Karir Pebalap Indonesia Hingga MotoGP

Petinggi AHM Komitmen Antarkan Karir Pebalap Indonesia Hingga MotoGP

JAKARTA (DP)–PT Astra Honda Motor (AHM) tahun ini kembali mendatangkan pebalap Honda MotoGP Marc Marquez (Repsol Honda) ke Indonesia. Kedatangan Marquez ke Indonesia sebagai salah satu kegiatan AHM untuk menemukan dengan ribuan penggemarnya di Tanah Air.

Selain, pebalap yang baru saja menyandang gelar juara dunia MotoGP 2016 di Jepang juga sebagai penyemangat pebalap-pebalap muda Astra Honda Racing School dan Astra Honda Racing Team. Hal itu dibuktikan oleh Honda dengan mengajak 15 pebalap Astra Honda Racing School mengikuti coaching clinic singkat mengenai balapan bersama Marc Marquez, di Sentul Selasa (25/10).

Dengan dihadirkannya Marquez ke Indonesia, AHM berharap, para pebalap didikan Honda Racing School bisa termotivasi dan bisa menjadi pebalap yang profesional.

“Kehadiran Marc Marquez di Indonesia, untuk memberikan semangat kepada para pebalap muda kami, karena Marquez memiliki jiwa juara, dia sosok pebalap yang smart dan humble,” ujar Johanes Loman, Executive Vice President AHM.

Ditambahkan oleh Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur AHM, melalui Honda Racing School, AHM ingin mengantarkan pebalap muda Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga diperlukan pembinaan balap berjenjang.

“Kami akan terus mendukung pebalap muda kami yang bermimpi untuk berlaga di balapan hingga level tertinggi. Kami akan berusaha memberikan jalan hingga ke tingkat MotoGP,” tegas Inuma.

Pada kesempatan lain di sela-sela meet and greet bersama Marc Marquez, Margono Tanuwijaya, selaku Marketing Director AHM, mengatakan, untuk menjadikan pebalapnya ke level MotoGP tidak lah mudah, harus dimulai dari nol dan pembinaan berjenjang.

“Menjadi pebalap ke level MotoGP itu tidak mudah, harus melalui pembinaan berjenjang. Contohnya Marquez, dia tidak langsung ke MotoGP tapi ada tahapnya,” ujar Margono, saat berbincang kepada Dapurpacu.com, di Sentul.

Margono menambahkan, AHM ingin pebalap binaan Honda bisa mencapai ke level MotoGP, sehingga AHM melakukan penjenjangan sejak dini.

“Untuk mencapai ke level MotoGP kami terus melakukan pembinaan sejak dini, contohnya dimulai dari Honda Racing School, Asia Talent Cup, ARRC bahkan sampai ke FIM CEV Moto3 dan Moto2. Bukan hanya kemampuan mengendarai motor di lintasan , tapi sikap, perilaku dan mental juga kami bina,” urai Margono.

Margono juga berpesan kepada para pebalapnya, menjadi seorang pebalap jangan sombong, harus bisa jaga sikap dan pergaulan.

“Seorang pebalap tidak boleh sombong, harus bisa menjaga sikap dan pergaulan, artinya jangan sampai salah pergaulan, karena jika salah pergaulan akan memengaruhi karir seorang pebalap. Komunikasi dengan tim harus tetap dijaga, bahkan saat berkomunikasi di hadapan penggemar dan masyarakat juga harus dijaga sopan santunnya. Meski karirnya bagus, tapi kalau sombong, karir balapnya bisa turun karena kesombongannya,” pesan Margono.[dp/Ric]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR