Ada BNN, JDDC Himbau Pemerintah Bikin Badan Penanganan Kecelakaan

Ada BNN, JDDC Himbau Pemerintah Bikin Badan Penanganan Kecelakaan

JAKARTA (DP) – Kecelakaan lalu lintas ternyata menyumbang kerugian negara sekitar Rp 180 triliun per tahun, atau mengalami kerugian sekitar 2,9 persen per tahun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Jika dibandingkan dengan kerugian negara diakibatkan narkotika dan obat-obatan (Narkoba), hanya mencapai Rp 63,1 triliun. Masalahnya, dengan angka kerugian akibat narkoba, pemerintah telah mendirikan sebuah badan khusus untuk menanganinya, yaitu Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sementara kerugian akibat kecelakaan lalu lintas yang lebih besar, hingga kini pemerintah belum sama sekali memiliki badan khusus untuk menangani masalah tersebut.

“Jadi harusnya pemerintah juga tanggap dan mendirikan suatu badan yang menangani dan mengatasi kecelakaan lalu lintas dengan kerugian lebih besar,” kata Jusri.

Dari data JDDC, lebih dari 1,3 juta orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya, dan sekitar 3.500 jiwa hilang setiap harinya akibat kecelakaan di jalan raya. Kalau penyalahgunaan narkoba, tambah Jusri, hanya 40-50 orang per hari meninggal karena narkoba.

“Kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan kerugian jauh lebih banyak dari narkoba sama sekali tidak diperhatikan oleh pemerintah,” tegas Jusri Pulubuhu, selaku Founder & Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), kepada Dapurpacu.com.

Jusri menyayangkan sikap pemerintah mengabaikan kerugian akibat kecelakaan lalu lintas, dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan.

Lanjutnya, dengan adanya suatu badan yang menangani secara khusus mengenai kecelakaan lalu lintas yang ada di Indonesia. Maka, salah satu tugas badan tersebut bisa selalu melakukan kampanye masif akan pentingnya keselamatan di jalan, tidak hanya tugas dari kepolisian saja. [dp/Res]

 

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR