Kei Car akan Jadi Pilihan yang Tidak Bisa Ditolak

Kei Car akan Jadi Pilihan yang Tidak Bisa Ditolak

TOKYO (DP) – Tren mobil kecil atau kei car, yang kini sudah mewabah di Jepang memang tidak serta merta mampu menggantikan mobil MPV di Indonesia. Pasalnya, masyarakat kita masih mengutamakan prinsip kekeluargaan dalam kehidupan sehari- hari, dibandingkan Jepang yang lebih individualisme.

Daihatsu Motor Co Ltd sebagai produsen yang termasuk cukup sukses membuat mobil-mobil kecil, belum berhasil memanen dalam jumlah besar di luar Jepang termasuk Indonesia. Padahal, penjualan kei car DMC di Jepang sendiri terbilang sukses, seperti halnya mobil dengan merek Tanto.

Kei car ini mampu mendominasi penjualan mobil di Jepang, bahkan Daihatsu Tanto merajai penjualan di Negeri Matahari Terbit.

Tahun 2014 lalu, penjualan mobil di Jepang mencapai angka 5,6 juta unit, dan dari 10 besar mobil terlaris, tujuh di antaranya adalah model kei car dari berbagai merek. Hebatnya, Tanto berada di urutan pertama dengan penjualan 234.000 unit.

“Tanto sangat populer di Jepang, meski ada juga Mira dan Move yang tidak kalah laris. Ini menjadi bukti bahwa model kei car kami sangat diterima di Jepang. Itu adalah buah dari proses pengembangan panjang yang sudah kami lakukan sejak lama,” jelas Jun Nagata, Chief Executive Designer DMC, saat berbincang dengan jurnalis Indonesia, di Yokohama, Kamis (28/10).

Sementara Tanto, yang sempat diperkenalkan Astra Daihatsu Motor (ADM) di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) beberapa waktu lalu, belum berhasil mengubah perilaku konsumen Indonesia.

Test pasar yang dilakukan ADM tidak terlalu banyak menarik perhatian konsumen untuk membeli mobil dengan desain kotak ini, apabila dipasarkan di Indonesia.

Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra yang mendampingi perjalanan jurnalis Indonesia ke Jepang, mengatakan, konsumen Indonesia memang belum bisa menerima mobil dengan desain kotak dan berdimensi kecil.

Karena respons pasar kurang bagus, ADM menurut Amel, belum berani memasarkan Daihatsu Tanto di Indonesia.

“Konsumen Indonesia masih menyukai mobil-mobil dengan desain seperti Avanza, Xenia yang mampu membawa penumpang lebih dari lima orang menggunakan mesin di atas 1000cc,” ujar Amel kepada jurnalis Indonesia di cafe Copen, Kamakura, Yokohama (30/10).

Menurut Amel, konsumen Indonesia perlu mendapat banyak masukan melalui berbagai informasi tentang kei car, mobil ini banyak peminatnya tapi belum laku di jual di Indonesia.

“Masyarakat Indonesia masih membutuhkan sosialisasi dalam menerima kehadiran kei car yang nota bene ber cc kecil,” kata Amel

Daihatsu Tanto bermesin 660cc sudah dilengkapi dengan turbo-charger, tambah Amel, sangat lincah untuk menembus kemacetan Jakarta dan tidak bermasalah untuk dibawa keluar kota.

Sekalipun respons pasar masih sangat kecil dalam menerima kehadiran kei car, namun bagi Astra Daihatsu Motor, tentu ini bukan sebuah penghalang, malah sebaliknya menjadi tantangan.

Dalam suatu kesempatan berbincang dengan jurnalis Indonesia di Tokyo Motor Show, beberapa hari lalu, Masanori Mitsui, Presiden Direktur DMC menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menggalakkan program research and development (R and D), termasuk di Indonesia. Program R and D ini dimaksudkan untuk terus mempelajari karakter wilayah dan konsumen, hingga menemukan model yang cocok untuk area tersebut.

“Indonesia termasuk negara yang sudah memiliki R and D sendiri. Ini tentunya dimaksudkan agar produk kami cocok di Indonesia, dan hasilnya adalah mobil murah ramah lingkungan (LCGC), Daihatsu Ayla yang sudah dipasarkan,” jelas Masanori.

Kei car, lanjut Masanori mungkin saja bisa berkembang lebih luas di luar Jepang, termasuk Indonesia di masa mendatang. Kebutuhan kei car itu lahir atas keinginan publik yang mencari kendaraan kecil, praktis, efisien, dan hemat bahan bakar.

“Bukan tidak mungkin kei car akan berkembang di Indonesia pada masa-masa mendatang. Kami akan terus memantau perkembangan tersebut, hingga benar-benar siap buat melepas kei car di sana,” tambahnya.

Saat ini, Daihatsu Copen menjadi kei car yang sudah resmi dijual di Indonesia. Melihat line-up kei car yang ada di Jepang, masih ada beberapa produk lagi yang bisa dijajal di pasar otomotif nasional, seperti Tanto, Mira dan Move.

Bahkan di Tokyo Motor Show 2015, Daihatsu menampilkan kei car konsep, seperti Nori Ori, Tempo, D-Base, Cast dan Hinata.

Keempat mobil konsep tersenut didukung mesin yang sama yakni turbocharged 600 cc tiga-silinder bensin. Dipihnya jantung mekanis tersebut untuk mendapatkan nilai ekonomis yang lebih baik.

Dari hasil pembicaraan jurnalis Indonesia dengan petinggi DMC dan Direktur Pemasaran ADM, Indonesia akan tetap menjadi pilihan bagi Daihatsu untuk memperkenalkan kei car yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di negeri ini.

Suka atau tidak dengan kondisi jalan- jalan utama di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia yang semakin padat, kei car akan menjadi pilihan yang tidak bisa ditolak. [DP/GUS]

© 2017 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. agoes
    17 November 2015

    di indo byk jalan berlubang.klo mobil pendek resiko rusak.lalu byk tanjakan tajem.jadi ngeri klo cc kecil ga bisa nanjak.kcuali jalanan di indo smua uda mulus&landai kaya jepang baru laku.