Close [X]

Test Ride Kawasaki D-Tracker 150

DapurPacu | 26-Jul-2010
Test Ride Kawasaki D-Tracker 150
POPULER
Lorenzo Akui Lawan Marquez Seperti Tonton Moto3Gambar Terkaan 'WR-V', Pesaing Livina X-Gear dari HondaTest Ride Supra GTR 150: Pede di Trek Licin dan BerbatuPerbedaan Honda Supra GTR 150 dengan Sonic 150RTest Ride All New Supra GTR: Bareng Bos Honda Melahap 123 Km

JAKARTA (DP) – Punggawa baru Kawasaki ini memang berbeda. Dilahirkan sebagai jajaran trah sepeda motor trail, Kawasaki D-Tracker 150 dijebloskan di ”area” supermoto, sebuah aliran sepeda motor trail untuk daily use. Meski modelnya trail, tapi performa dan spesifikasinya sudah street legal.

Dapurpacu.com berkesempatan mencicipi rasa Kawasaki D-Tracker 150 yang baru saja dikenalkan di Arena Pekan Raya Jakarta bulan lalu. Sepintas, motor ini seperti ”mainan”, dimensinya seperti lebih kecil ketimbang saudara-saudaranya di trah trail.

Ukuran bannya saja lebih mini, cuma 14 inci. Tepatnya, ban 100/80-14 untuk depan dengan velg 2.15×14. Sedang roda belakang, mengaplikasi ban 120/80-14 dengan dimensi velg 2.50×14. Cukup kecil untuk ukuran motor trail. Begitu juga ground clearance yang tak begitu tinggi.

Tapi itu semua ada alasannya. Dengan ban kecil, efek ringan dikendarai semakin terasa. Kawasaki D-Tracker 150 yang habitatnya di jalan aspal butuh profil ukuran ban seperti itu. Ban semi-donat dipadu ukuran velg kecil membuat D-Tracker 150 ringan bermanuver di aspal.

Soal dimensi, Kawasaki D-Tracker 150 tak beda dengan Kawasaki KLX 150. Begitu pula dengan mesin, speedometer, serta desain bodinya. Bedanya, D-Tracker 150 didukung shock absorber upside down. Karakter suspensi ini membuat D-Tracker 150 cukup empuk, tapi tidak loyo di jalan berbatu.

Ketika Kawasaki D-Tracker 150 diajak menikung, lebarnya ban membuat Dapurpacu.com semakin pede melahap belokan. Badan direbahkan mendekat ke tanah, diselingi jemari memutar throttle gas lebih dalam, D-Tracker 150 tetap stabil.

Motor ini dibekali mesin 150 cc yang juga sama persis seperti milik Kawasaki KLX 150. Tenaganya oke, mampu berakselarasi dari 0-60 km/jam dalam 5 detik. Final gear lebih kecil. Bila KLX 150 menggunakan perbandingan gear depan-belakang 14/44, D-Tracker memakai gear 14/41. Hasilnya, nafas D-Tracker lebih panjang.

Yang jelas, dengan harga Rp 23,9 juta, Kawasaki D-Tracker 150 sangat cocok untuk bikers yang menggemari desain sepeda motor trail. Pemakaian sehari-hari memang butuh variasi. Jika bosan naik bebek atau skutik, Kawasaki D-Tracker 150 bisa jadi solusi. [dp/Don]



© 2016 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. aha
    29 October 2013

    ban kecil

  2. alghi
    21 July 2013

    itu yang test drive, tinggi badannya brapa ya ?
    kalo tinggi 155 cm, jinjitnya parah ga yah ? Atau ga nyampe sama sekali, please di jwb

  3. deta
    2 March 2013

    gak ada ampere bensin jadi harus trus ngecek jadinya

  4. ryan redbull
    13 October 2012

    Emang keren D-tracker , buat jalan jauh

  5. zhamer
    28 March 2012

    di pakenya pegel gak nih..
    Motor seperti itu ….

  6. irvanfebrgan
    7 December 2011

    Keyeen

  7. reamy
    27 October 2011

    nie dah blan 11, wahai pengeluar mto kawasaki d tracker, nak niage ker x? maket kt malaysia hebat ape? kenape lmbat bertindak

  8. kokoh sugeng
    3 June 2011

    berapa kecepatan maximal dri motor ini

  9. Kay Kastum
    22 February 2011

    Ya lah. Lambat betul Malaysia ni… Sekarang sudah 22 February 2011!

  10. azarimasili
    28 September 2010

    klx 150 s baru sahaja memasuki pasaran malaysia. entah bila d tracker akan mula masuk. d tracker 150 memang sebuah mini motard yang menarik.