Kemacetan di Bintaro Jadi Fokus Penelitian Honda Jepang

Kemacetan di Bintaro Jadi Fokus Penelitian Honda Jepang
/

TOKYO/JAKARTA (DP) — Honda Motor Co., Ltd (Jepang) rupanya punya perhatian khusus terhadap tingkat kemacatan di jalan-jalan Jakarta yang sangat tinggi. Bahkan untuk membantu mencarikan solusi tim ahli Honda dari Jepang telah datang ke Ibu Kota untuk melakukan penelitian secara langsung.

Penelitian Honda ini memang bukan untuk mencari pemecahan kemacetan lalu lintas. Pasalnya, kemacetan sangat korelasi dengan tingginya volume kendaraan dan keterbatasan jalan. Selain itu, kemacetan juga muncul karena kurangnya kesadaran sesama pengendara terhadap pentingnya berbagi lajur.

Solusi yang diberikan Honda justru berada pada bagaimana mereka mengingatkan setiap pengendara ketika terjebak kemacetan, terutama pada aspek prilaku berkendara.

Hebatnya, untuk melakukan itu Honda telah menciptakan sebuah sistem aplikasi pada perangkat telepon pintar. Melalui gadget ini setiap pengguna mobil Honda akan mehami tingkat kemacetan yang sedang terjadi, dan model pengendaraan yang tepat di kondisi itu.

Hasilnya, para pengguna mobil Honda akan mampu menghemat penggunaan bahan bakar hingga 20 persen dan secara efektif bisa meningkatkan rata-rata kecepatan laju kendaraan di tengah kemacetan.

Setidaknya keuntungan dari sistem aplikasi tersebut telah diuji pada penelitian kemacetan di ruas jalan di Jakarta, yakni di jalan Ulujami Raya dan Pondok Ranji, Jakarta Selatan, termasuk Tol Lingkar Luar Jakarta selama priode September 2012 hingga Februari 2013.

Menurut Honda, tingginya penggunaan bahan bakar di saat kemacetan karena banyak pengemudi tidak mampu mengatur jarak laju kendaraan. Akibatnya, mereka lebih sering menggunakan rem. Padahal tindakan deselerasi ini justru menjadi salah satu pemicu terjadinya pemborosan bahan bakar.

Dengan sistem aplikasi pada telepon pintar ini, Honda membantu pengendara memberikan arahan kapan harus melaju dan dengan kecepatan berapa mobil bergerak. Panduan ditunjukkan dengan mengubah warna-warna pada layar telepon pintar.

Masalahnya, sistem ini mungkin tidak akan terlalu efektif bila tidak dibarengi sikap berkendara yang baik dari pengendara lain. Seperti diketahui, prilaku saling serobot lajur merupakan budaya buruk yang sehari-hari dipertontonkan pengendara bermotor di Jakarta.

Sebagai catatan, dalam riset kemacetan Honda di wilayah Bintaro, Jakarta pada 12-13 Februari 2013 diketemukan tingkat terpadat kendaraan terjadi pada pukul 06:00 hingga 07:57.

Di waktu tersebut jumlah kendaraan yang melaju mencapai lebih dari 250 unit per 3 menit dengan kecepatan rata-rata hanya 20 km/jam. Sementara setelah sebuah mobil memasang sistem aplikasi telepon pintar maka kecepatan bisa ditingkatkan hingga rata-rata di atas 20 km/jam, namun masih di bawah 30 km/jam. [dp/GRG]

© 2014, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.
5 Komentar


CAPTCHA Image
*

  1. 088210822513

    Setiap produsen otomotif harus bertanggung jawab mengatasi kemacetan lalu lintas. :clock:

  2. riconax

    kalo jakarta mau gak macet gampang,hilangin para preman2,anak2 punk dan para pemeras,copet diangkutan umum yg bikin masyarakat tidak merasa aman naik kendaraan umum,dan akhirnya memilih naik kendaraan pribadi,dan usir2in para bus dan angkot yg suka ngetem,bikin kemacetan….

  3. Yussif Janua

    mobil&motor laris manis …Jakarta macet abis…krn merubah karakter warga ibukota utk disiplin sangat2 susah…hai warga Jakarta tengok kesini ke Korea dan kaupun akan heran..walaupun kondisi macet tp tdk ada yg berani saling serobot.meskipun jalur arah berlawanan kosong mlompong…ckckck ..saluuut

  4. Name...indah permata

    Setidaknya kesadaran masyarakat tentang pentingnya bersikap dalam berkendara yang baik tetap menjadi prioritas utama sebagai salah satu cara untuk mengatasi kemacetan, ditambah lagi bantuan dari aplikasi tertentu seperti aplikasi dari honda tersebut secara langsung dapat dikatakan sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat bersikap sebagai pengendara yang lebih baik lagi. Kemacetan dikota2 besar bukan hanya sebagai tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat luas pengguna jalan tersebut. Masalah kemacetan akan cepat teratasi apabila pemerintah dan masyarakat luas terus bekerja secara beriringan dan bekerja sama.

  5. shargat

    mendingan smua masyarakat pakai sepeda biar ga ada POLUSINYA