Close [X]

Penghitungan Pajak STNK

Yusuf Arief | 07-Dec-2012
Penghitungan Pajak STNK
POPULER
Obat 'Ganteng' Honda Supra GTR Mulai dari Rp 56 RibuPerbedaan Honda Supra GTR 150 dengan Sonic 150RPenyebab Motor Rossi 'Kelabutan' di MotoGP MugelloTenang! Honda Supra GTR 150 Tidak Menggeser Supra 125All New Civic Turbo Kembalikan Sejatinya Sedan

JAKARTA [DP] — Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika bergerak di jalan. STNK berisikan identitas pemilik, identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi dan masa berlaku termasuk pengesahannya.

Masih banyak masyarakat yang belum mengerti istilah yang tertera dalam STNK. Berikut informasi dari Korps Lalu Lintas Polri mengenai istilah yang tercantum di STNK.

BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor), besarnya 10% dari harga motor (off the road) atau harga faktur untuk motor baru, dan motor bekas sebesar 2/3 pajak (PKB) nya.

PKB (Pajak kendaraan bermotor), besarnya 1,5% dari nilai jual motor dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual motor.

SWDKLLJ (Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan), sumbangan ini dikelola oleh jasa raharja.

BIAYA ADM (Biaya administrasi), untuk motor baru tidak dikenakan dan apabila ganti plat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM.

Denda Pajak Kendaraan Bermotor, apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ.

Perhitungan Denda PKB,  25% per tahun. Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12, 6 bulan = PKB x 25% x 6/12.

Denda SWDKLLJ, besarnya Rp 32.000,- untuk roda dua dan  Rp 100.000,- untuk roda empat.

Sebagai contoh, si Aceng memiliki sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan.  Jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000,- dan  SWDKLLJ Rp 35.000,- maka Aceng dikenakan denda keterlambatan sebesar  (Rp232.000 x 25% x 6/12 ) + (Rp 32.000) = Rp 61.000,-

Jadi total yang harus dibayar si Aceng sebesar: Rp 232.000 + Rp35.000 + Rp 61.000 = Rp 328.000,- [DP-NTMC]

© 2016 Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com All Rights Reserved.
KOMENTAR

  1. Rajiman ( Raja Jin d
    7 December 2012

    Kenapa ilustrasinya si Aceng ??? Apakah Aceng lg ngetop krn pernikahan sirinya yg 4 hari itu ?, atau emang Aceng lah yg paling tepat sbgai model ilustrasi yg menunggak pembayaran pajak kendraan bermotor ? Aceng jg yg membuat Julia Peres berkomentar di media tentang nikah siri maupun artis yg bisa dibayar dibawah 250juta. Kenpa jg Julia Peres yg berkomentar pedas yg notabene adalah artis hot yg sering memamerkan aurat yg membuat laki2 ingin kawin lg ?? Kenapa bukan artis yg sopan dan berperilaku baik sprti misalnya Maudy kusnaedy, Rieke diah pitaloka ataupun Cornelia agatha ?? Mengapa ?? Mengapa ???

  2. endi
    7 December 2012

    loh saya baca di samsat koq telat 1 hari sama dg telat setahun … update nggak nih info koq pake perhitungan 3 bulan beda dg 6 bulan di artikel ini ….

  3. firman
    7 December 2012

    tp terkadang kita sendiri tidak mengetahui nilai jual kendaraan…. dan terkadang juga pajak tahun skr lbh mahal dari tahun lalu dkarenakan hrga jual kndaraan tsb naik mengikuti harga jual kndaraan baru.