Suzuki Nex FI: Bandung-Jakarta Hanya Butuh Rp 8600

Suzuki Nex FI: Bandung-Jakarta Hanya Butuh Rp 8600
/

JAKARTA (DP) – Heru Fajar akhirnya berhasil mengalahkan tantangan Suzuki. Suzuki menantang para jurnalis bisa sampai Jakarta dari Bandung hanya dengan bensin Premium sebanyak 2,22 liter atau Rp 10 ribu menggunakan Suzuki Nex Super FI.

Tantangan ini dibumbui hadiah utama berupa Suzuki Nex Super FI bagi jurnalis paling irit dan mengalahkan tantangan tersebut. Dan Wartawan dari tabloid Otospeed tersebut diganjar skutik injeksi pertama Suzuki di Indonesia.

Belasan jurnalis dari berbagai media terlibat dalam lomba adu irit yang berlangsung 10 Juni 2012. Jarak tempuh dari titik awal (start) di Hotel Aston Primera Bandung dan berakhir (finish) di Park Hotel Jakarta Timur antara 157-158 km.

Tantangan yang sangat menarik ini membuat sejumlah jurnalis memacu Suzuki Nex FI tidak semestinya. Mereka memperlambat laju dan membuat konstan akselerator. Bahkan, menurut pengakuan beberapa jurnalis, mereka menundukkan kepala dan badan agar aerodinamika lebih baik. Heru, bahkan, sering terlihat melakukan meliuk-liuk sebagai pengganti rem.

Ada yang berjalan di bawah 50 kpj. Tapi ada pula beberapa dari mereka yang mencoba mengetahui top speed Suzuki Nex FI – beberapa orang menyentuh 105 kpj.

Saya sendiri lebih memilih berkendara Suzuki Nex FI secara sewajarnya agar memperoleh hasil konsumsi bensin yang relatif lebih nyata dan mengeksplorasi dengan lebih baik. Makanya saya tiba paling awal di lokasi makan siang dan finish – mungkin kalau ada lomba tercepat, saya juaranya.

Saya dan seorang rekan menunggu sekitar 20-30 menit rekan-rekan lainnya di lokasi istirahat dan makan siang di Rumah Makan Jatinunggal, Kabupaten Bogor, yang berjarak 110 km dari start. Kedatangan mereka membuat saya senang karena makan siang segera dimulai.

Namun, laporan dari mereka mengenai sisa bahan bakar minyak (BBM) yang tersedia di dalam tangki masing-masing membuat selera makan siang saya menurun drastis. Sisa BBM mereka di atas 50%!! Beberapa di antaranya 75%.

Oh Tuhan… sementara Suzuki Nex FI bernomor lambung 13 tunggangan saya hanya memiliki 25% bensin. Hal yang sama menimpa seorang rekan yang tiba tepat di belakang saya. “Ah, ini pasti gara-gara tangan kita gatal,” katanya dengan senyum.

“Oke tak masalah, toh, kalau saya kehabisan bensin akan ditemani oleh dia,” kata saya dalam hati. Selepas makan siang, kembali, saya dan dia berkendara di depan 18 Suzuki Nex FI lainnya. Namun kali ini lebih hati-hati lagi.

Target awal untuk mencapai Park Hotel sempat saya revisi. Saya menargetkan hanya sampai di Cibubur karena jarum BBM menunjuk huruf ‘E’ ketika melewati Jl. Transyogi, Cileungsi.

Ternyata saya berhasil melewati Cibubur dan terus melanjutkan perjalanan hingga Pasar Induk Kramat Jati dengan sisa BBM yang semakin memperihatinkan dan membuat jantung berdebar-debar. Sementara rombongan di belakang tidak terlihat satu pun.

Kembali, saya bertaruh Suzuki Nex berkelir biru yang saya tunggangi hanya sanggup mencapai PGC (Pusat Grosir Cililitan) karena selepas Pasar Induk hingga persimpangan PGC macet berat. Taruhan saya amblas setelah skutik ini masih hidup tepat di traffic light PGC.

Akhirnya, saya pun yakin tunggangan saya ini bisa finish di Park Hotel. Begitu lampu hijau menyala, tanpa pikir panjang Nex melesat cepat dan tiba di garis finish pertama. Sambil menunggu pasukan di belakang saya pun melepas kecemasan dengan membakar sebatang rokok.

Skutik saya menghabiskan 1 liter bensin untuk menempuh jarak 58 km. Sementara jarak yang saya tempuh dari start hingga finish sebanyak 158,2 km. Artinya saya membutuhkan sekitar 2,7 liter bensin alias lebih dari Rp 12 ribu. Dan Suzuki Nex FI pun melayang.

Sementara Heru berhasil menorehkan 82,6 km/liter atau sepanjang perjalanan hanya butuh sekitar 1,9 liter bensin. Dia hanya ‘mengeluarkan’ uang sekitar Rp 8600.

Juara teririt kedua diraih Hanggianto Laksono dari Motorplus dengan menorehkan rata-rata angka konsumsi BBM 72,1 km/liter  dan menghabiskan 2,19 liter bensin. Juara ketiga dipegang Aris Fertoni dari Kompas.com dengan 68,9 km/liter  dan meminum 2,22 liter bensin.

Secara keseluruhan Suzuki Nex FI memuaskan. Reaksi akselerator lebih responsif dari versi karburator. Suspensinya kokoh ketika melaju di jalan rusak dan bergelombang sepanjang Cikalong Kulon – Jonggol.

Dimensinya yang compact (kecil) membuat kita mudah bermanuver. Namun, tentu saja konsekuensi dari dimensinya ini berdampak kepada legroom yang terbatas bagi sebagian orang seperti saya yang memiliki tinggi badan lebih dari 165 cm. Sementara, desain lampu depan terkesan terlalu ‘lunak’ alias tidak menonjolkan karakter sporty.

Suzuki Nex FI dijual dengan harga Rp 12,65 juta. Harga tersebut hanya lebih mahal Rp 250 ribu dari versi karburator. Dengan keiritan dan kehijauannya, selisih harga tersebut akan membuat para pemiliknya nyaman. [dp/Ind]

 

© 2014, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.
0 Komentar


CAPTCHA Image
*