Ini Dia Alasan Stoner Mundur dari MotoGP

Ini Dia Alasan Stoner Mundur dari MotoGP
/

LE MANS (dp) — Setelah membuat berita menggemparkan dengan rencana mundur dari MotoGP pada akhir musim ini, juara dunia dua kali, Casey Stoner, kemudian memberi rincian alasan kemunduran dirinya di tengah usia yang baru 26 tahun.

“Saya telah melihat kejuaraan ini (MotoGP) lama sekali, sehingga mudah melihat apa yang berhasil dan tidak,” kata Stoner mengawali sesi tanya-jawab pada konferesi pers di seri Le Mans, hari ini, Jumat (18/5).

“Ini kejuaraan dan segala sesuatu yang telah saya kerjakan sudah sampai di sini. Ini sudah mimpi besar bagi saya. Ketika Anda sampai di sini dan menjalani balapan beberapa tahun, kita akan menyadari banyak hal,” lanjut pebalap Australia yang kini membela Repsol Honda tersebut.

“2009 sangat membanggakan ketika orang-orang membuka mata kepada saya (ketika Stoner mengalami masalah akibat keletihan). Banyak orang sampai hari ini menganggap itu penyakit misterius.”

“Faktanya, tak ada yang memahami bahwa saya memiliki Lactose Intolerance. Itu benar-benar penting bagi saya, sekalipun saya memiliki apapun.”

Ini bukan jenis dari yang banyak orang pikirkan. Secara mendasar ini telah menguras energi saya. Saya berhenti menyerap nutrisi. Yang tidak ada adalah, tak ada yang mendengarkan saya atas hal tersebut.”

“Ada banyak, banyak hal yang dari waktu ke waktu memakan korban> Cara saya adalah melihat dengan memimpin kejuaraan. Tapi pada 2009 saya melihat realita sesungguhnya yang sangat penting. Keluarga. Kebahagiaan. Uang bukan segalanya.”

“Saya pikir saya adalah salah satu dari sedikit pebalap yang menyatakan pensiun ketika sedang menikmati kejuaraan. Gairah saya perlahan-lahan telah menyurut di kejuaraan ini.”

“Dirimu sendiri, media, belum bersahabat dengan dengan kejuaraan ini. Mengkritisi berkali-kali. Apalagi baru-baru ini. Orang tidak menyadari bahwa setiap orang mengalami masa surut.”

“Mereka mengatakan balap itu membosankan. Ini membosankan, sangat membosankan. Jika Anda melihat tahun-tahun ke belakang, Anda akan menemukan balapan yang sama, baik sengit ataupun tidak. Saya pikir orang hanya perlu menghargai apa yang mereka miliki di hadapan mereka saat ini.”

“Saya pikir orang-orang di ruangan ini perlu menyadari apa yang mereka miliki sebelum kejuaraan itu akan hilang. Saya pikir itu akan sangat bagus agar kedepan bisa melihat balapan yang fantastis di depan, tidak seperti yang dialami beberapa pabrik sepeda motor yang bisa melakukan apa-apa.”

“Perlu ada sepeda motor berkualitas lebih tinggi di luar sana agar orang-orang seperti Randy (de Puniet, ikut hadir di acara konferensi pers) dapat bertarung dengan layak dan tidak begitu jauh di belakang, di posisi keduabelas.”

Kejuaraan oada tahun ini dipisahkan. Pertama datang dari CRT, serta balap dan kualifikasi. Sangat jelas pemisahan untuk mereka. Ini bukanlah balap dua seri standar. Ini kejuaraan MotoGP. Ini adalah lomba protopite.”

“orang-orang harus mengingat masa lalu bahwa balapan ini dimulai dari mesin standar dan berkembang ke prototipe. Sekarang kita malah melangkah mundur. Ini tidak lagi sesuai dengan harapan awal. Ini langkah mundur.”

“Bagi saya ini bukan kejuaraan yang saya cintai. Ini bukan balapan di mana saya selalu ingin bergabung.”

“Ada banyak. Banyak alasan yang berbeda, tapi pada dasarnya saya kehilangan gairah untuk menikmati balapan ini. Tentu saya akan menikmatinya tahun ini. Namun bila akan terus melakukan itu hanya akan menjadi kesalahan bagi saya. Ini tidak baik untuk Honda, tim saya jika tidak memberikan 110 persen.”

Stoner juga menampik bahwa kemunduran dirinya dari MotorGP karena faktor kelahiran putrinya.

“Kelahiran gadis kecil saya tidak ada hubungannya dengan ini. Dia memiliki bagian, tapi itu bukan alasan utama keputusan ini.”

Selain itu, Stoner juga menegaskan bahwa balapan Supercar V8 di Australia bukan penghalang. Kendati begitu, dirinya tertarik mengikuti balap mobil tersebut.

“Saya sudah mencoba mobil V8. Saya tertarik, namun akan melakukannya di masa mendatang.”

Stoner juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan membalap motor setidaknya untuk masa 5-10 tahun ke depan. “Saya mencintai sepeda motor. Ini telah menjadi bagian dari hidup saya. Namun bila saya melakukan itu terus menerus, saya takut akan kehilangan gairah untuk selamanya.”

Stoner membantah bahwa dirinya telah membuang kesempatan hidup yang dimiliki dalam bakatnya. “Ini tidak membuang bakat, tapi justru membuang hidup saya bila terus dilakukan.” [dp/GRG]

© 2014, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.
7 Komentar


CAPTCHA Image
*

  1. Memang pilihan orang bisa macem2, but mnurut aku dia emg kurang greng di moto gp. bagi pembalap yang emang bner2 mencintai motogp….dia akan ngasihkan hidupx 100 % buat balapan….”i starting life 4m here,….n i’ll make it ends with this way 2″
    bukan brarti end = mati….but ampe ia bner2 gag sanggup balapan, mis = Loris Capirossi, toh Loris jga msh baik dgn kluarganya (kbrx gtu) :star:

  2. Stoner takut kalau juara terus team Honda Bravo !!!

  3. hary rabu

    apa yg d katakan stoner ada betul nya..
    balapan skrg tdk speti dulu lgi..
    trlalu bnyk pembalap yg harus menyimpan kmbali mimpinya gara2 peraturan yg tak sesuai di musim ini
    good luck buat stoner

  4. Pradana

    Keputusan yang bijaksana…! sukses & bahagialah truz bang stoner…! kami kan salalu merindukanmu di ajang moto GP.

  5. ABS ( Anak Buah Ston

    Benar kata abang Stoner, pembalap motoGP yang benar2 bersaing hanya 4 riders, sisanya hanya barisan iring2an yang menghambur2kan uang sponsor dan lebih berperan seperti cameo. Ini seharusnya jd bahan pemikiran para petinggi motoGP agar tdk bernasib seperti F1.

  6. yuka4444

    Yuuuupppp casey….itu pilihan yg tepat…menjuarai motogp adalah impian semua pembalap…tetapi dengan aturan motogp sekarang ini justru menghambat bahkan memutus jenjang karier pembalap….motogp is prototipe dan crt adalah modifikasi…bagaikan langit dan bumi….jauuuuhhhh

  7. Abeng

    Moto GP sekarang memang membosankan. Walaupun CC motor naik tapi peraturan-peraturan baru membuat ajang ini menjadi sekedar seramai karnaval dimana para pembalap menjadi seperti badut saja. Setiap seri cuma menjadi iring-iringan pembalap dimana beberapa terlalu jauh di depan yang lain cuma berbaris di belakang