Memahami Klaim Irit BBM

Memahami Klaim Irit BBM
/

JAKARTA (dp) — Harga bahan bakar minyak (BBM) terus meninggi. Kondisi ini telah membuat orang semakin sensitif. Ikat pinggang pun dikencangkan. Terlebih konsumen kendaraan. Kini mereka  berlomba-lomba mencari kendaraan ekonomis yang hemat BBM.

Kendaraan ekonomis yang hemat BBM memang menjadi solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan mobilitas dan penghematan. Dan untuk mencari kendaraan yang seperti itu tidaklah terlalu sulit di hari ini.

Konsumen kendaraan bisa mencari informasi teknis tentang konsumsi BBM sebuah kendaraan dari berbagai sumber. Paling mudah tentulah menggunakan klaim produsen kendaraan.

Bisa pula mengacu lewat badan independent yang memantau standar dan mutu kendaraan. Bila tak ada badan seperti itu, silakan memercayai hasil percobaan yang dilakukan publik atau media massa.

Masalahnya, di Indonesia tak banyak agen pemegang merek kendaraan yang menyertakan informasi tentang nilai konsumsi BBM pada data spesifikasi produknya.

Selain belum dituntut pemerintah, tak banyak manufaktur kendaraan di Indonesia yang memiliki fasilitas pengujian yang secara teknis layak menghasilkan data pengujian konsumsi bbm yang sahih ke publik.

Begitu pula dengan badan independent. Indonesia belum memiliki badan pengawas lingkungan yang sekaligus melakukan pengujian konsumsi BBM pada setiap kendaraan setingkat EPA (Environmental Protection Agency) di Amerika Serikat.

Karena itu, klaim paling mudah yang disertakan agen pemegang merek adalah mengambil contoh hasil pengujian paling irit yang dilakukan media massa, wartawan, atau pengujian-pengujian massal oleh publik yang digalang produsen.

Dengan fakta tersebut, artinya konsumen kendaraan di Indonesia dituntut lebih jeli memahami angka-angka pada perhitungan konsumsi BBM sebuah kendaraan yang dikampanyekan agen pemegang merek.

Cobalah menghindari melihat fakta obyektif secara subyektif. Sekali lagi perlu diingat bahwa kebanyakan agen pemegang merek kendaraan di Tanah Air mengutip nilai konsumsi BBM terbaik dari hasil pengujian pihak eksternal atau publik.

Masalahnya, tak sedikit konsumen yang masih merasa tertipu setelah mengetahui kendaraan yang dibeli tidak sehemat yang diklaim dan dikampanyekan penjual. Konsumen ini lalu akan mengira bahwa telah terjadi kebohongan pada data konsumsi BBM.

Benarkah ada produsen kendaraan yang berani melakukan kebohongan perhitungan konsumsi BBM?

Mungkin saja ada. Tapi tindakan itu tentulah sangat beresiko. Agen pemegang merek pasti akan berfikir ribuan kali bila melakukan kebohongan data teknis kendaraan.

Di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin tinggi, melakukan kebohongan teknis pada kendaraan sama dengan bunuh diri.

Memahami Pengujian Konsumsi BBM ala Indonesia

Setiap konsumen memiliki hak untuk melayangkan tuntutan apabila produk yang dibeli tidak sesuai dengan klaim yang dinyatakan produsen. Hukum di Indonesia pun telah melindungi konsumen dengan Undang-undang No 8 tahun 1999.

Namun dalam aspek tuntutan terhadap nilai konsumsi BBM pada kendaraan, hal tersebut tak mudah dilayangkan. Apalagi bila klaim produsen merupakan hasil pengujian yang dijalankan pihak eksternal atau publik, namun dipublikasikan.

Dari sini kami jadi mengingat tentang tuntutan yang dijatuhkan konsumen kendaraan di Tanah Air terhadap beberapa merek. Dalam catatan Dapurpacu.com, Kia Picanto pernah menerima keberatan dari konsumen atas nilai konsumsi BBM yang direklamekan. Belakangan santer diberitakan pembeli Nissan March juga melakukan hal yang sama.

Bahkan nilai efisiensi konsumsi BBM Honda Jazz sempat menjadi keberatan dari banyak penggunannya. Padahal, semua merek tersebut mengutip angka konsumsi BBM dari hasil pengujian yang dilakukan media massa atau publik.

Untuk diketahui, pengujian konsumsi BBM yang dilakukan media massa kebanyakan merupakan undangan dari produsen. Hanya beberapa media saja yang secara inisiatif melakukan pengujian sendiri. Dan, metode pengujian yang dilakukan sangat variatif dan terkadang penuh trik.

Honda Jazz Eco-Challenge pada 2005, misalnya. Kegiatan ini merupakan lomba adu hemat bahan bakar menggunakan hatchback Jazz. Pesertanya terdiri dari 50 pemilik Jazz dan 9 wartawan.

Hasilnya, Jazz teririt mencatat 70,3 km/liter (transmisi otomatis) untuk katagori pemilik. Sementara pada katagori media dicatat angka teririt 42,26 km/liter untuk jenis transmisi yang sama.

Pada lomba irit Picanto yang dilakukan wartawan pada 2008 juga terlihat perbedaan yang signifikan. Ketika lomba berlangsung di Jakarta, wartawan teririt mencatat konsumsi BBM 23 km/liter, dan di Jawa Tengah 32,23 km/liter. Namun bagaimana ketika dilangsungkan di Bali? Hasilnya mencapai 43,79 km/liter.

Nissan March juga begitu. Nilai 21,8 km/liter diambil dari data pengetesan inisiatif sebuah majalah otomotif. Padahal, pada sebuah lomba adu irit March di Makassar (April 2012) yang melibatkan publik tercatat angka irit hanya 18,1 km/liter.

Bagi Honda, Kia, dan Nissan konsumsi BBM hasil pengujian terbuka oleh publik tersebut tentu akan menjadi bahasa promosi yang menguntungkan. Sulit mengatakan bahwa hasil tersebut bohong karena perhitungannya disaksikan langsung oleh publik.

Yang mungkin bisa dipertanyakan hanyalah bagaimana metode dan akurasi perhitungan konsumsi BBM dilakukan. Mengingat kebanyakan diterapkan secara manual menggunakan gelas ukur.

Kondisi tersebut barang tentu jauh dari standar akurasi teknis yang dibutuhkan. Paling tidak bila mengacu pada standar pengujian EPA yang dilakukan di laboraturium dengan alat-alat ukur canggih.

Honda sendiri pernah mengaku takut menggunakan hasil perlombaan tersebut untuk materi kampanye Jazz hemat. Honda khawatir hasil ekstrim itu akan dijadikan standar publik yang pasti akan sangat sulit menyamainya. Karena itu, berita yang disampaikan media massa sudah cukup baginya.

Namun salahkah produsen memberitakan atau mempromosikan hasil pengujian publik tersebut? Hal ini dikembalikan lagi ke publik. Mereka bisa memercayai atau tidak berdasarkan tingkat kredibilitas produsen atau media yang memberitakannya.

Semua itu hanyalah trik marketing. Konsumen harus jeli melihat fakta. Upaya yang dilakukan pengemudi untuk mencapai angka penghematan ekstrim bisa dengan beragam cara. Dan umumnya, tidak akan dilakukan ketika Anda berkendara sehari-hari.

Dalam lomba adu hemat bahan bakar, para pengemudi biasanya telah memahami teknik berkendara hemat. Paling lazim adalah mematikan komponen-komponen yang membebani kinerja mesin, seperti AC. Seluruh jendela bahkan ditutup guna mengurangi nilai hambatan angin.

Tak sedikit pula yang mengisi tekanan angin ban secara ekstrim agar roda lebih ringan menggelinding. Penggunaan rem sudah pasti diminimalis.

Mereka juga menjalankan mobil dalam kecepatan konstan di tingkat putaran mesin rendah. Sementara transmisi yang dipakai dimaksimalkan pada percepatan tertinggi.

Berkendara dengan metode seperti itu jelas jauh dari aspek nyaman. Yang terjadi justru sebaliknya, berkendara menjadi begitu melelahkan. Inikah yang Anda harapkan dari mobil yang dibeli dengan nilai uang tak sedikit? [dp/GRG]

© 2014, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.
8 Komentar


CAPTCHA Image
*

Click to Insert Smiley

SmileBig SmileGrinLaughFrownBig FrownCryNeutralWinkKissRazzChicCoolAngryReally AngryConfusedQuestionThinkingPainShockYesNoLOLSillyBeautyLashesCuteShyBlushKissedIn LoveDroolGiggleSnickerHeh!SmirkWiltWeepIDKStruggleSide FrownDazedHypnotizedSweatEek!Roll EyesSarcasmDisdainSmugMoney MouthFoot in MouthShut MouthQuietShameBeat UpMeanEvil GrinGrit TeethShoutPissed OffReally PissedMad RazzDrunken RazzSickYawnSleepyDanceClapJumpHandshakeHigh FiveHug LeftHug RightKiss BlowKissingByeGo AwayCall MeOn the PhoneSecretMeetingWavingStopTime OutTalk to the HandLoserLyingDOH!Fingers CrossedWaitingSuspenseTremblePrayWorshipStarvingEatVictoryCurseAlienAngelClownCowboyCyclopsDevilDoctorFemale FighterMale FighterMohawkMusicNerdPartyPirateSkywalkerSnowmanSoldierVampireZombie KillerGhostSkeletonBunnyCatCat 2ChickChickenChicken 2CowCow 2DogDog 2DuckGoatHippoKoalaLionMonkeyMonkey 2MousePandaPigPig 2SheepSheep 2ReindeerSnailTigerTurtleBeerDrinkLiquorCoffeeCakePizzaWatermelonBowlPlateCanFemaleMaleHeartBroken HeartRoseDead RosePeaceYin YangUS FlagMoonStarSunCloudyRainThunderUmbrellaRainbowMusic NoteAirplaneCarIslandAnnouncebrbMailCellPhoneCameraFilmTVClockLampSearchCoinsComputerConsolePresentSoccerCloverPumpkinBombHammerKnifeHandcuffsPillPoopCigarette

  1. Nama ...http://dapur

    frrfr(y)

  2. Nama ...http://dapur

    r f g h j n

  3. artikel yang bagus. Lebih banyak orang perlu tau tentang ini.

  4. jakartans

    Yang salah juga pemerintah karena ga mengharuskan produsen mencantumkan konsumsi bbm. Sementara produsen terlalu mengumbar hasil test media, bahkan menggunakan hasil test media dalam iklan mereka.

  5. Si Kasep

    Yes agree… Do your own fuel safe!
    Great article bro..

  6. Klo gitu produsen jng pernah mengklaim hasil dari media masa.buat standart pengujian irit sesuai standart.jng menggunakan trik ini dan itu!!!

  7. Nice article….